Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

TKN Yakin Pertemuan Jokowi-Prabowo Akhiri Saling Benci

Ahad 14 Jul 2019 08:51 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangannya saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7).

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangannya saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7).

Foto: Republika/Prayogi
TKN menyatakan pertemuan Jokowi dan Prabowo jadi momentum kemajuan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direkur Relawan Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Maman Imanulhaq optimistis pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan menjadi momentum kemajuan Indonesia. Momentum tersebut ditandai dengan berakhirnya spiritualisasi rasa dendam di masyarakat.

Baca Juga

“Saya yakin pertemuan ini akan mengakhiri rasa saling benci, curiga dan dendam yang memunculkan narasi tentang negeri yang sakit, kacau, kriminalisasi tokoh dll. Saya berharap semua pendukung kembali bersatu menguatkan persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air," kata Maman saat memberikan sambutan dalam acara syukuran rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo yang digelar Rumah Kerja Relawan (Rumker) Jokowi-Amin di Jatinegara, Jakarta, Sabtu (13/7), melalui siaran pers yang diterima Ahad (14/7).

Tokoh muda NU ini mengatakan pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT Lebak Bulus ini harus menjadi gerakan awal bagi rekonsiliasi nasional yang menyeluruh. Ia menyebutkan rekonsiliasi tersebut harus mampu menguatkan pendidikan politik yang menghargai perbedaan, mengoptimalkan literasi media.

"Agar tidak ada hoaks n bulying, meningkatkan kualitad pendidikan agama yang transformatif, rasional dan humanis, dan menyebarkan nilai kebangsaan melalui event kebudayaan dan keagamaan," kata dia.

photo
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN), Maman Imanulhaq. (Republika TV)

Tokoh masyarakat Madura yang juga Staf Khusus Keagamaan Gubernur Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrowi menyatakan rasa syukur atas pertemuan bersejarah dua tokoh yang berkontestasi di Pilpres 2019 tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk mengakhiri kebencian. 

"Kita merasa lega dengan pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo tadi pagi. Karena harus diakui Pilpres  2019 telah memicu keretakan hubungan sosial di masyarakat. Mari kita hentikan aksi bullying, blokir-memblokir akun medsos, fitnah dan ujaran kebencian. Saatnya kita gotong royong membangun Indonesia yang lebih maju dan bermutu”, ujar Bendahara Lembaga Dakwah PBNU ini.

Acara syukuran rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo yang digelar Rumah Kerja Relawan (Rumker) Jokowi-Amin diisi pembacaan Yasin, sholawat dan santunan kepada anak yatim ini dihadiri para Ulama, Tokoh Pendidikan dan Perempuan Peduli Bangsa. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya KH Saeful Amin, Prof Dr Zulkifli, Prof Dr Suyitno, Dr Widodo, DR Yofi Kusmiyati dan Husni Mubarok. Semua sepakat bahwa strategi politik selama Pilpres  seperti populisme, politik identitas, dan sektarianisme harus dihentikan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA