Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Gerindra Tegaskan tak Ingin Jabatan

Kamis 25 Jul 2019 19:47 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo

Foto: dpr
Bagi Gerindra, upaya membangun negeri tidak harus dengan jabatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menegaskan Partai Gerindra tidak menginginkan jabatan. Karena itu, ia mengatakan, tidak tepat menyebut pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait dengan jabatan.

Baca Juga

"Buat kita membangun negeri itu tidak harus dengan jabatan. Kalau hanya sekedar cari jabatan kan bukan tipikalnya Pak Prabowo," ujar Edhy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/7).

Usai kontestasi pemilihan umum, ia mengatakan, pihak-pihak yang berkompetisi perlu melakukan rekonsiliasi. "Rekonsiliasi harus kita lakukan dan rekonsiliasi kalau ditanya inisiatif siapa? Ya inisiatif kedua belah pihak. Tidak ada yang merasa paling-paling dan sebagainya," kata dia.

Edhy menganggap wajar adanya kekhawatiran bahwa Gerindra akan mengambil jatah koalisi 01. Namun, ia mengingatkan, Gerindra telah berada di oposisi selama sepuluh tahun.

Ia menambahkan Gerindra tak mempersoalkan jika nantinya tetap berada di oposisi. Karena itu, ia pun meminta agar partai lain pendukung Joko Widodo (Jokowi) di luar PDI Perjuangan untuk tidak khawatir adanya pertemuan. 

"Jangan sampai khawatir dengan adanya kita kemudian seolah-olah kita akan mengambil jabatan siapa," kata dia.

Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintah belum bisa dipastikan. "Kalau saat ini muncul hipotetis bahwa masuknya Partai Gerindra akan mengurangi jatah dari partai politik anggota koalisi, ya nanti dulu. Karena komposisi menteri kabinet saja belum dibicarakan, berapa dari partai dan untuk siapa," kata Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7). 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA