Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Perempuan Disebut Sering Jadi Korban Pinjaman Online

Rabu 24 Jul 2019 18:50 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Tips meminjam di fintech  peer to peer lending.

Tips meminjam di fintech peer to peer lending.

Foto: republika
Rendahnya literasi keuangan buat perempuan banyak yang jadi korban pinjaman online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perempuan, khususnya pelaku UMKM, sering kali menjadi korban lembaga fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring yang tidak terdaftar atau yang tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu terjadi kemungkinan karena tingkat literasi keuangan perempuan belum baik.

Kepala Departemen Literasi dan Inkluasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sondang Martha Samosir mengungkap, per Mei 2019 terdapat 113 perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar atau berizin di OJK. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat, khususnya perempuan, bisa lebih kritis ketika hendak meminjam.

“Kami mengajak para perempuan, khususnya pelaku UMKM, untuk berhati-hati dan hanya mengakses pinjaman daring di perusahaan fintech P2P yang berada di bawah pengawasan OJK,” kata Sondang dalam peluncuran Program Literasi Keuangan Perempuan oleh Visa di Jakarta, Selasa (23/7).

Selain itu, jika ingin meminjam kepada lembaga fintech, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan promo atau iklan. Yang harus diperhatikan, menurut Sondang, adalah besaran bunga yang dipatok oleh fintech.

“Ya kalau lembaga pinjaman konvensional saja maksimal bunga per bulan 11 sampai 12 persen. Jadi itu saja yang dijadikan patokan,” kata dia.

Baca Juga

Sementara itu, perusahaan digital Visa, hari ini meluncurkan kampanye #IbuBerbagiBijak, sebuah program literasi keuangan yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan di Indonesia. Tahun in, kampanye #IbuBerbagiBijak menyasar perempuan pelaku UMKM.

“Pertumbuhan wirausaha perempuan sangat menjanjikan dan membanggakan, dan kami ingin merayakannya dengan membekali para perempuan pelaku UMKM dengan manajemen keuangan yang lebih baik untuk memperluas bisnis mereka,” ungkap Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA