Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

TKN Dibubarkan, Koalisi dan Posisi Menteri

Jumat 26 Jul 2019 07:21 WIB

Red: Budi Raharjo

Jokowi dan Ma'ruf di Situbondo. Calon Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) nomor urut 1 menyapa awak media saat datang di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

Jokowi dan Ma'ruf di Situbondo. Calon Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) nomor urut 1 menyapa awak media saat datang di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

Foto: Fakhri Hermansyah
Tugas TKN sudah selesai dan tak ada hubungan dengan pembentukan kabinet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin akan secara resmi dibubarkan pada Jumat (25/7) ini. Kendati demikian, koalisi parpol-parpol pendukung pasangan calon tersebut yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) diklaim tetap solid.

“Tugas utama TKN KIK adalah memenangkan capres dan cawapres paslon 01 dan alhamdulillah telah diselesaikan dengan baik," ujar Wakil Sekretaris TKN, Verry Surya Hendrawan, lewat keterangannya, Kamis (25/7).

Acara pembubaran tersebut rencananya akan dihadiri oleh para sekretaris jenderal partai politik pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin. Selain itu, koordinator pemenangan pemilu dari partai politik, juru bicara, dan koordinator penugasan khusus kampanye juga diagendakan hadir dalam acara itu. "Dengan demikian, secara de facto, karena tugas telah selesai, TKN KIK dibubarkan," ujar sekretaris jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu.

Verry menjelaskan, para pendukung, ormas, partai politik, dan relawan tetap diizinkan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dengan cara mengawal secara kritis terhadap jalannya pemerintahan lima tahun ke depan. "Penugasan selanjutnya dalam format lain untuk mendukung pemerintahan, tentu saja menunggu arahan presiden dan wakil presiden (terpilih) 2019-2024, Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Verry.

Acara pembubaran ini sedianya akan digelar pada Kamis (25/7). Namun, kemudian acara diundur karena Jokowi dan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, berhalangan hadir. Sedangkan, pertemuan hari ini rencananya dilakukan Restoran Seribu Rasa di Jakarta pada pukul 16.00 WIB.

Dia melanjutkan, tidak hanya sekretaris jenderal dan ketua umum partai politik, pertemuan itu juga akan dihadiri para penasihat, ketua dan wakil ketua, bendahara dan wakil bendahara. Lalu direktur dan wakil direktur, koordinator pemenangan pemilu partai, juru bicara, serta koordinator penugasan khusus.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan, Erick memang mengundang TKN KIK untuk makan malam bersama. Dia mengatakan, pertemuan itu sebenarnya merupakan acara rutin setelah sama-sama memenangkan pemilu presiden untuk membangun hubungan koordinatif. "Dengan membangun komunikasi politik yang baik itu juga dijalankan di antara para sekretaris jenderal," kata Hasto.

photo
Erick Thohir



Sebelumnya, Erick Thohir menjelaskan, timnya hanya bertugas membantu pemenangan pasangan tersebut pada Pilpres 2019. Saat ini, tugas timnya sudah selesai dan tidak ada hubungan dengan pembentukan kabinet selanjutnya Joko Widodo-Ma'ruf Amin. "Sekali lagi, TKN ini bukan tim pembentukan kabinet. Namun, tim pemenangan dan tugasnya sudah selesai," ujar Erick.

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate mengatakan, TKN telah berhasil mengantarkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin ke kursi kekuasaan. "Sudah selesai memang. Tahapan berikutnya kalau itu selesai, tugasnya selesai, ya dibubarkan," kata Johnny G Plate di Jakarta, kemarin.

Namun, wakil ketua TKN itu memastikan koalisi partai pengusung Jokowi-Ma'ruf tidak akan ikut berakhir, meski tim kampanye dibubarkan. Anggota Komisi XI DPR RI itu melanjutkan, setelah pembubaran TKN dilakukan, sekretaris jenderal partai koalisi akan mengadakan pertemuan secara internal.

Pertemuan itu, dia mengatakan, akan dilakukan pada pukul 19.00 WIB. Namun, dia belum mengungkapkan tempat pertemuan tersebut. "Jadi, ada dua acaranya. Yang hadir hanya sekjen-sekjen, itu besok (26/7)," kata Palte lagi.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menekankan, sejauh ini komposisi partai politik pengusung Jokowi-KH Ma'ruf sudah solid dan nyaman. Meski begitu, ia tetap membuka komunikasi dengan pimpinan parpol lain yang saat ini di luar lingkaran koalisi. "Saya katakan koalisi kan solid. Dengan posisi sekarang, koalisi rasanya nyaman. (Namun), terhadap partai-partai lain juga komunikasi terbuka juga dan lancar," ujar Airlangga di Istana Negara, Kamis.

Airlangga juga menyampaikan, internal koalisi sendiri terus menjalin komunikasi. Menurut dia, pertemuan dirinya dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa adalah hal wajar demi menjaga komunikasi koalisi.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni juga mengatakan, pembubaran tim kampanye tidak akan berpengaruh terhadap koalisi partai pendukung Jokowi-KH Ma’ruf. "Pembubaran itu kan acara seremonial saja, tidak ada hubungannya dengan soliditas koalisi Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf," kata Raja Juli Antoni di Jakarta, Kamis.

Antoni mengatakan, TKN dibentuk sebagai organisasi taktis yang bersifat sementara. Artinya, dia menyebut, tim pemenangan tersebut memiliki jangka periode kerja. Lebih jauh, wakil sekreraris TKN itu mengatakan, keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf dalam Pilpres 2019 juga menandakan bahwa masa kerja TKN telah selesai. N rizkyan adiyudha, sapto andika candra/nawir arsyad akbar ed: fitriyan zamzam

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA