Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Syafii Maarif Beri Nasihat Mahfud MD Soal Kesehatan

Sabtu 27 Jul 2019 20:50 WIB

Red: Agung Sasongko

Syafii Maarif

Syafii Maarif

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Syafii Maarif menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku mendapat nasehat mengenai kesehatan dari Syafii Maarif saat menjenguk mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (27/7).   

Baca Juga

Mahfud menjenguk Buya Syafii bersama putri Gus Dur, Alissa Wahid. Beberapa saat sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bersama Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki juga datang mengunjungi Syafii.   

"Kami dinasehati untuk jaga kesehatan karena kami yang lebih muda," kata Mahfud.   

Menurut Mahfud, saat ditemui, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu berbicara banyak hal, khususnya mengenai bagaimana menjaga kesehatan saat usia tua.   

"Bicaranya banyak soal kesehatan. Kesehatan orang tua," kata Mahfud.   

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, karena menderita hematuria. Buya Syafii itu diopname sejak Rabu (24/7).   

Dokter spesialis urologi RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman Praha Yuri memastikan Syafii Maarif bisa segera pulang dari rumah sakit seiring kondisi kesehatannya yang terus membaik.   

"Hari ini atau besok (Syafii Maarif) sudah bisa pulang," kata Yuri.   

Menurut Yuri, kondisi kesehatan Syafii Maarif saat ini sudah berangsur membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. "Sakitnya, keluhan Buya masuk rumah sakit karena kencing berdarah. Kemungkinan disebabkan ada iritasi batu ginjal sebelah kanan," kata Yuri.   

Menurut Yuri, Tim dokter telah melakukan terapi extrcorporealshock-wavelithotripsy (ESWL) atau pemecahan batu dengan gelombang kejut, selanjutnya akan dibantu agar batu ginjal bisa keluar.   

"Kalau berapa hari (proses pengeluaran batu ginjal) secara pasti tidak ada, tapi apabila batu pecah di bawah 4 mm atau 3 mm bisa keluar 100 persen," kata Yuri

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA