Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Demokrat Dorong Pertemuan Elite Politik

Ahad 28 Jul 2019 07:29 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyampaikan keterangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyampaikan keterangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Demokrat tak mau ikut campur dalam penyusunan kabinet.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT-- Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan, Partai Demokrat mendukung pertemuan yang dilakukan sejumlah petinggi partai politik pascapertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

Meski, kata ia,  silaturahmi seperti itu lebih dulu dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) dan Ketua Kosgama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY).

"Demokrat sudah sejak awal mendorong silaturahmi baik elite di tingkat atas maupun masyarakat biasa. Meski yang memulai itu justru AHY yang sudah 'sowan' ke elit mulai Presiden Jokowi, mantan-mantan presiden Megawati dan Habibie. Jadi kalau ada yang bersilaturahmi, kami justru lebih dulu melakukan itu," kata Hinca didampingi Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu.

Menurut Hinca, meski pertemuan-pertemuan para petinggi partai tersebut tanpa Partai Demokrat, pihaknya tidak akan ikut campur atau ikut-ikutan. Demokrat juga tak mau mempermasalahkannya karena yang terpenting pasca-Pemilu2019 semua berjalan dengan lancar.

Baca Juga

"Kita mendukung semua anak bangsa bertemu. Di tempat lain juga bertemu bagus. Yang susah itu kalau tidak bertemu. Jadi kalau ada pertemuan kita mendorong itu. Nah persoalan apa yang dibahas biarkan mereka melakukan itu," katanya.

Anggota DPR RI itu menyatakan Demokrat tidak akan ikut campur dalam penyusunan kabinet karena hal tersebut sepenuhnya hak presiden yang kemungkinan akan diumumkan pada 20 Oktober 2019.

"Saat di zaman SBY mempertontonkan dua kali berturut-turut susunan kabinet dan semua menghormatinya. Masing-masing presiden memiliki cara sendiri dalam memilih menteri seperti ada uji kelayakan dan kepatutan. Jokowijuga punyacara sendiri untuk menyusun Kabinet Kerja jilid II, yang tentu kita hormati," katanya.

Sebelumnya, pascapertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto, sejumlah elite parpol juga melakukan hal yang sama. Yang terbaru adalah pertemuan Ketum Gerindra Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu Megawati menghidangkan menu nasi goreng kepada Prabowo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA