Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

NU Siap Usulkan Kandidat Menteri Kabinet Jokowi-Maruf

Ahad 28 Jul 2019 20:14 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas

Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas

Foto: Republika/Iman Firmansyah
NU tidak dalam posisi mendesak, menekan, melainkan hanya mengusulkan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan siap untuk mengajukan sejumlah nama kader guna mengisi kursi kabinet pada Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin periode 2019-2024. NU sedang menggodok nama-nama kandidat yang akan diusulkan kepada Jokowi-Ma'ruf untuk mengisi kursi kabinet mendatang.

Baca Juga

"Yang saya dengar, nama-nama itu sedang digodok untuk posisi mana yang tepat. Soal mengusulkan boleh, karena kami ikut berjuang," kata Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Ahad (28/7).

Namun, lanjut Yaqut, kendati NU bisa mengusulkan nama-nama kandidat tersebut, keputusan akhir untuk mengisi kursi menteri pada kabinet baru tersebut, menjadi hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Menurut Yaqut, dalam mengusulkan nama-nama kandidat untuk mengisi kursi kabinet tersebut, bukan hanya dilakukan oleh NU.

Namun, partai koalisi pendukung Joko Widodo dan Ma''ruf Amin juga bisa mengajukan nama kandidat tersebut. "Tapi, sekali lagi, NU tidak dalam posisi mendesak, menekan dan lainnya. Akan tetapi, NU pasti akan mengusulkan nama-nama itu," ujar Yaqut.

Selama ini, lanjut Yaqut, NU selalu berjuang bersama dan memberikan dukungan penuh kepada Jokowi-Ma'ruf untuk memenangkan Pemilihan Presiden 2019. Ia berharap dalam mengisi kursi kabinet ke depan, Presiden bisa memilih orang-orang yang mumpuni pada bidang masing-masing.

Pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo Ma''ruf Amin memperoleh 55,5 persen suara atau mencapai 85.607.362 suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan 68.650.239 suara atau 44,5 persen.

Untuk Provinsi Jawa Timur, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 16.231.668 suara, dan Probowo-Sandiaga mendapatkan 8.441.247 suara, atau terpaut 7,79 juta suara.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA