Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Tumpahan Minyak di Karawang Mengancam Terumbu Karang

Ahad 28 Jul 2019 23:15 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Nidia Zuraya

Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak 'Oil Spill' yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019).

Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak 'Oil Spill' yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019).

Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Lapisan minyak juga akan menutupi seluruh sistem perakaran mangrove

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Aktivis lingkungan, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (Forkadas C ) khawatir kebocoran minyak di anjungan lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi North West Java (PHE ONWJ) berdampak pada kerusakan terumbu karang. Pasalnya, sampai saat ini kondisi terumbu karang di laut Karawang, masih sangat bagus.

Sekretaris Forkadas C, Yuda Febrian Silitonga, mengatakan, kasus tumpahan minyak di sumur YYA-1 di lepas pantai Tempuran, sejauh tujuh mil ini, dikhawatirkan mencemari lingkungan di pesisir Karawang dan Bekasi. Sebab, ketika oil spill terjadi di lingkungan laut, minyak akan mengalami serangkaian perubahan.

"Perubahannya, baik pelapukan ataupun peluruhan (weathering) atas sifat fisik dan kimiawi," ujarnya, Ahad (28/7).

Adapun dampak dari limbah dalam bentuk tumpahan minyak ini, secara spesifik menunjukkan pengaruh negatif terhadap lingkungan pesisir dan perairan laut. Terutama, melalui kontak langsung dengan organisme perairan.

Selain itu, saat minyak tumpah ke perairan, minyak tersebut dapat terapung, tenggelam larut, dan menguap di perairan. Terumbu karang juga akan mengalami efek letal dan subletal oleh kehadiran minyak di laut itu. Bahkan,  komponen yang mengendap akan menutupi permukaan karang.

"Hal ini, bisa secara langsung menyebabkan kematian, atau secara tidak langsung mengganggu proses respirasi dan fotosintesa hewan zoozenthela pada karang. Sehingga menyebabkan kematian dalam jumlah besar," ujarnya.

Lapisan minyak juga akan menutupi seluruh sistem perakaran mangrove. Dengan begitu, mulut-mulut lenti sel akan terputus. Minyak juga akan menutupi kulit kayu, akar penyangga, dan pnheumatophora yang berfungsi dalam pertukaran CO2 dan O2. Hal ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam akar mangrove satu hingga dua dalam waktu dua hari.

Karena itu, kejadian tumpahan minyak di Sumur YYA-1 harus menjadi perhatian Pertamina dan pemerintah. Karena, pencemaran ini jika tak segera ditangani maka akan merusak seluruh komponen laut. Termasuk terumbu karangnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA