Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Lagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Senin 29 Jul 2019 09:34 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Indira Rezkisari

Kendaraan melintas dengan latar belakang gedung bertingkat yang tersamar polusi di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (28/7/2019).

Kendaraan melintas dengan latar belakang gedung bertingkat yang tersamar polusi di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (28/7/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Level kualitas udara Jakarta rentangnya cukup jauh dengan posisi kedua terburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AirVisual melaporkan kualitas udara DKI Jakarta yakni 196 dengan parameter PM 2,5 konsentrasi 143,2 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara. Artinya kualitas udara Jakarta kembali berada di level tidak sehat atau unhealthy pada Senin (29/7) pagi pukul 08.00 WIB.

Dengan demikian, Jakarta berada di peringkat pertama kualitas udara dan polusi terburuk di dunia. Ranking kedua dan seterusnya diduduki Dubai-Uni Emirat Arab, Johannesburg-Afrika Selatan, Kuwait City-Kuwait, Tehran-Iran, serta Krasnoyarsk-Rusia.

Kelima kota di berbagai negara itu berada di level tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan rentang AQI dari 107 sampai 145. Nilai AQI kelima kota itu selisih jauh jika dibandingkan dengan AQI Jakarta yang mencapai 196.

AirVisual merupakan situs daring penyedia peta polusi di dunia. AirVisual juga mencantumkan sumber pengukuran di beberapa titik wilayah di DKI Jakarta lengkap dengan nilai AQI masing-masing.

Per Senin pukul 08.00, Pegadungan, Jakarta Barat menampilkan nilai AQI 210, Rawamangun, Jakarta Timur dengan nilai 206. Kemudian Pejaten Barat, Jakarta Selatan dengan nilai 190 dan Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat dengan nilai 189.

Kemudian alat ukur Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat masing-masing menampilkan nilai AQI 172 dan 163. Serta satu lagi di Kemayoran dengan nilai 158.

AQI menjadi indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu wilayah. Menurut AirVisual, AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2.5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai AQI dari 0 sampai 500. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Dengan kondisi polusi udara yang seperti itu, AirVisual dalam situsnya menyarankan masyarakat menggunakan masker, menggunakan alat pembersih udara, tidak membuka jendela rumah, dan menghindari dulu berolahraga di luar rumah.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA