Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Debit Air Sungai Cisadane Menurun, Lima Desa Terdampak

Jumat 26 Jul 2019 17:37 WIB

Rep: Imas Damayanti / Red: Friska Yolanda

Suasana saat sejumlah petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) memperbaiki kebocoran pintu air Bendung Pasar Baru Cisadane, Tangerang, Jumat (26/7).

Suasana saat sejumlah petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) memperbaiki kebocoran pintu air Bendung Pasar Baru Cisadane, Tangerang, Jumat (26/7).

Foto: Republika/Imas Damayanti
Turunnya muka air Bendung Cisadane juga disebabkan oleh kebocoran pintu air.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Debit air Sungai Cisadane mengalami penurunan muka air hingga 1,2 meter akibat kemarau. Akibatnya, sejumlah lahan pertanian di sekitar wilayah Bendung Pasar Baru Cisadane mengalami kekeringan dan dikhawatirkan terancam puso.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan, terdapat lima desa yang mengalami kekeringan akibat pengaruh irigasi lahan yang tak bekerja secara maksimal. Kelima desa itu berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, antara lain Desa Tegal Kunir 290 hektare, Desa Kedung Dalem 90 hektare, Desa Tegal Kunir Lor 210 hektare, Desa Tegal Kunir Kidul 290 hektare, Desa Banyu Asin 58 hektare, dan Desa Marga Mulya 62 hektare.

“Normalnya tinggi mukai air di bendung ini (Bendung Besar Cisadane) itu 12,50 meter, sekarang hanya 11,30 meter,” kata Bambang kepada wartawan, di Bendung Pasar Baru, Tangerang, Jumat (26/7).

photo
Kondisi Bendung Pasar Baru Cisadane, Tangerang, Jumat (26/7). Debit air di bendung tersebut mengalami penurunan hingga 1,2 meter sehingga berdampak pada keringnya lahan pertanian di sejumlah desa.

Selain faktor kemarau, turunnya muka air Bendung Pasar Baru juga disebabkan adanya kebocoran di salah satu pintu air. Hanya saja dia menegaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan upaya perbaikan untuk meminimalisasi kebocoran air meluas. Sebab, selain sebagai sumber irigasi lahan, air di Bendung Pasar Baru Cisadane juga difungsikan sebagai pengendali banjir, pemanfaatan air baku, hingga pemanfaatan wisata air.

Selain melakukan perbaikan, dia menyebut saat ini terdapat pembangunan 10 pintu air yang masing-masing tingginya 10 meter. Pembangunan yang masih berjalan itu dimulai sejak 2017 dan ditargetkan rampung tahun ini, sejauh ini sudah ada enam pintu yang berhasil dibangun.

“Harapannya kalau sudah diperbaiki dan dibangun semua, kebocoran-kebocoran air bisa dikurangi,” ujarnya.

Berdasarkan catatan BBWSCC, anggaran rehabilitasi Bendung Pasar Baru Cisadane menelan anggaran sebesar Rp 90 miliar, Bendung Cisadane Barat sebesar Rp 158 miliar, dan Cisadane Barat Laut yang masih dalam proses penjajakan tender dengan pagu alokatif sebesar Rp 122 miliar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA