Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Kivlan Zen Optimistis Gugatan Praperadilannya Dikabulkan

Selasa 30 Jul 2019 09:12 WIB

Red: Bayu Hermawan

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kiri)

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kiri)

Foto: Antara/Reno Esnir
Pengacara Kivlan Zen yakin PN Jaksel mengabulkan gugatan praperadilan kliennya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Kivlan Zen mengaku optimistis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan terkait penetapan tersangka oleh Kepolisian. Sidang pembacaan putusan praperadilan terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal akan digelar hari ini, pukul 10.00 WIB.

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta mengaku yakin hakim mengabulkan segala gugatan terkait pemeriksaan, penetapan status tersangka dan penahanan Kivlan. "Semoga tidak ada intervensi," katanya.

Polisi telah menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Penetapan tersangka itu berkaitan dengan pengembangan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019. Kivlan kemudian ditahan di Rutan Guntur Polda Metro Jaya sejak 30 Mei 2019 selama 20 hari. Polisi selanjutnya memperpanjang masa penahanan Kivlan selama 40 hari terhitung sejak Selasa (18/6) lalu.

Kivlan mengajukan praperadilan untuk menggugat Polda Metro Jaya karena keberatan terhadap status tersangka atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Mantan Kastaf Komando Strategi TNI AD itu melalui kuasa hukumnya, Tonin Tachta, memohon majelis hakim untuk menggugurkan status tersangka kliennya karena dinilai cacat prosedur. Permohonan Kivlan tercatat dengan nomor perkara 75/Pid.Pra/PN.JKT.SEL.

Dalam permohonannya, sebanyak empat saksi dan ahli dari pihak Kivlan telah memberikan keterangan dalam sidang. Sementara itu, dua saksi ahli dari Polda Metro Jaya juga sudah memberikan keterangan. Kivlan juga didampingi oleh Tim Pembela Hukum (TPH) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sidang praperadilan tersebut.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA