Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Papandayan Normal Meski Tangkuban Perahu Erupsi

Selasa 30 Jul 2019 18:33 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ani Nursalikah

Kawah Gunung Papandayan

Kawah Gunung Papandayan

Foto: ANTARA
Suhu paling tinggi di kawah Papandayan sekitar 134 derajat Celsius.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Aktivitas Gunung Papandayan yang terletak di Kabupaten Garut sama sekali tak meningkat sejak erupsi terjadi di Gunung Tangkuban Perahu. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Papandayan, aktivitas gunung api itu masih terpantau normal.

Baca Juga

Petugas Pos Pengamatan Gunung Papandayan, Momon mengatakan, pemantauan terus dilakukan setiap saat. Hingga saat ini, suhu paling tinggi di kawah Papandayan sekitar 134 derajat Celsius.

"Gunung terpantau jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi lima-10 meter di atas puncak kawah," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (30/7).

Menurut dia, adanya erupsi gunung api tak akan memengaruhi aktivitas gunung lainnya meski lokasinya berdekatan. Setiap gunung yang aktif memiliki dapur magma masing-masing.

Karena itu, masyarakat atau wisatawan tak perlu khawatir untuk datang ke Papandayan. Ia menegaskan, status Papandayan masih aman.

Namun, ia merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Papandayan dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Papandayan dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan. Bukaan kawah aktif itu di antaranya Kawah Baru, Kawah Emas, Lawah Nangklak, dan Kawah Manuk/Balagadama.

Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba. Letusan itu dapat terjadi tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanis yang jelas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA