Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Cegah Tawuran Pelajar, Wali Kota Sukabumi Datangi Sekolah

Selasa 30 Jul 2019 23:55 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meluncurkan aplikasi digital metode pembelajaran karakter berbasis wayang Sukuraga di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (23/7).

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meluncurkan aplikasi digital metode pembelajaran karakter berbasis wayang Sukuraga di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (23/7).

Foto: Dok Rumah Budaya Sukuraga
Wali Kota Sukabumi ajak dialog pelajar untuk cegah tawuran

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi proaktif dalam mencegah aksi tawuran pelajar. Salah satunya dengan menyempatkan waktu untuk mendatangi sekolah untuk menggalakan upaya pencegahan aksi tawuran pelajar.

Baca Juga

Hal ini ditunjukkan dengan kedatangan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ke SMP Negeri 1 Sukabumi di Jalan Ir Djuanda atau Dago pada Selasa (30/7). Dalam kesempatan itu sosok orang nomor satu di Kota Sukabumi tersebut berdialog dengan kepala sekolah dan para siswa.

"Kami ingin melihat langsung kondisi di sekolah terutama pada saat jam pulang sekolah," ungkap Fahmi. Ia mengatakan sekolah harus berupaya memberikan pemahaman agar siswa tidak melakukan tawuran karena sangat merugikan diri sendiri.

Di mana ungkap Fahmi, dari pantauannya sudah memberikan imbauan agar pelajar tidak terlibat tawuran. Bahkan sekolah memberikan arahan kepada orangtua siswa agar ikut memperhatikan anak-anaknya.

Fahmi menuturkan, peran orangtua juga sangat menentukan dalam mencegah aksi tawuran pelajar. Sebab hal ini menjadi tugas bersam terutama bagaimana memberikan pendidikan karakter berbasiskan nilai-nilai kegaaman agar anak-anak Sukabumi menjadi qurrata a'yun (penyejuk hati orangtua).

Menurut Fahmi, tugas ini mungkin tidak hanya pemda yang menjalankan karena harus didukung oleh keluarga. Apalagi, sejatinya pendidikan bukan hanya tugas pemerintah dan sekolah, melainkan tugas orangtua karena pemerintah dan sekolah sebatas memberikan stimulans kepada anak-anak.

Dia pun mengajak semua pihak bersama-sama menciptakan ketahanan keluarga untuk terciptanya anak yang sehat, cerdas dan beradab kepada tuhan, orangtua, guru, dan lingkungan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat dan informasi yang canggih, Fahmi mengatakan anak-anak harus dalam pantauan. Harapannya mereka dapat terhindar dari pengaruh teknologi informasi yang negatif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA