Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Dubes India: Polusi Jakarta Masalah Khas Kota Besar

Rabu 31 Jul 2019 14:32 WIB

Red: Ani Nursalikah

Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat.

Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat.

Foto: Republika/Neni Ridarineni
Menurut dia, tingkat pencemaran di Jakarta masih terbilang terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat mengatakan pencemaran udara di Jakarta merupakan masalah yang umum dihadapi kota-kota besar karena tingkat kepadatan penduduknya relatif tinggi.

Baca Juga

"Tiap hari jutaan orang dan kendaraan memasuki Jakarta, tentu ada banyak tantangan yang dihadapi pemerintah. Namun bagi saya, Jakarta cukup baik mengatasi berbagai tantangan khas kota besar (seperti pencemaran)," kata Dubes Rawat saat ditemui usai menghadiri peringatan 150 tahun kelahiran Mahatma Gandhi di Jakarta, Rabu (31/7).

Menurut dia, tingkat pencemaran di Jakarta masih terbilang terkendali apabila dibandingkan dengan beberapa kota di negara lain, termasuk di India. "Jika melihat situasi di India, Jakarta masih terbilang baik apalagi melihat kota ini cukup bersih dan sistem transportasi umumnya cukup baik," kata Rawat.

Alhasil, Rawat meyakini ia belum perlu mengenakan masker untuk melindungi diri dari polusi udara di ibu kota. "Saya kira tidak perlu masker. Di Jakarta, menurut saya, masih cukup bersih dan aman," ujar dia.

Selama berdinas dua tahun di Jakarta, Rawat mengatakan ia justru menyaksikan ibu kota Indonesia itu terus berbenah dalam menata lalu lintas dan menyediakan moda transportasi massal seperti Ratangga atau Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di halaman rumah dinasnya, Rabu, mengatakan kurang baiknya kualitas udara di ibu kota salah satunya disebabkan faktor cuaca. Walaupun demikian, ia mengatakan berdasarkan kajian dari Dinas Lingkungan Hidup akan menyampaikan kajian lengkap serta strategi yang akan ditempuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengurangi tingkat pencemaran di ibu kota.

Dalam sepekan terakhir, catatan aplikasi penghitung kualitas udara berbasis satelit AirVisual menunjukkan Jakarta menempati daftar 10 besar kota dengan tingkat pencemaran buruk di dunia. Walaupun demikian, pengukuran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per 30 Juli menunjukkan hanya Jakarta Selatan yang kualitas udaranya tidak sehat, sementara empat kota administrasi lainnya memiliki tingkat pencemaran sedang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA