Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Afganistan Pelajari Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di DIY

Rabu 31 Jul 2019 17:44 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Kunjungan Kementerian Urusan Perempuan Republik Islam Afganistan ke Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.

Kunjungan Kementerian Urusan Perempuan Republik Islam Afganistan ke Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.

Foto: Dokumen.
Peningkatan ekonomi perempuan dapat dilakukan dengan memanfaatkan semua potensi.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Kementerian Urusan Perempuan Republik Islam Afganistan mengunjungi Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Mereka mempelajari Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Prima).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama bilateral antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan Pemerintah Afganistan.

Kerja sama mendapat dukungan Pemerintah Jerman melalui Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Hadir Muhammad Ihsan dari Deputi Kesetaraan Gender Bidang Ekonomi Kementerian PPPA.

Ia mengatakan, kunjungan ini merupakan rangka kegiatan Workshop on the Development of Women Enpowerment through Home Industry in Indonesia. Agenda berlangsung 29 Juli-2 Agustus 2019 di Yogyakarta.

Salah satu isi agenda-agenda itu merupakan study visit yang tentu saja menunjukkan keberhasilan pelaksanaan pemberdayaan ekonomi perempuan. Khususnya, yang cukup sukses di Desa Prima.

"Delegasi Afganistan ingin melihat pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi seperti apa, dan mereka belajar banyak tentang Desa Prima yang sudah berjalan di Sleman ini," kata Ihsan, Rabu (30/7).

Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Mafilindati Nuraini, mengatakan saat ini jumlah Desa Prima yang ada di Sleman mencapai 21 kelompok. Ada pula industri rumahan yang berjumlah 18 kelompok.

Sumber dana program ini berasal dari APBN dan APBD. Sejauh ini, Linda mengungkapkan, jumlah uang yang beredar di dalam kelompok-kelompok tersebut mencapai Rp 932 juta.

Ia menilai, program ini merupakan bentuk usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perempuan. Apalagi, perempuan memiliki peran penting dalam ketahanan keluarga.

Linda menekankan, peningkatan ekonomi perempuan dapat dilakukan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Tentu saja, dengan melibatkan segenap peran lintas sektor terkait.

"Tujuan umum dari Desa Prima yaitu menurunkan tingkat kemiskinan  suatu wilayah melalui peningkatan produktivitas ekonomi perempuan secara terpadu dan bersinergi," ujar Linda.

Linda berharap, kunjungan ini dapat membawa manfaat. Salah satunya, menularkan pengalaman yang telah dilakukan desa-desa di Kabupaten Sleman terkait pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Kunjungan ini menambah motivasi kami untuk terus berusaha  mengembangkan pemberdayaan ekonomi perempuan di Kabupaten Sleman," katanya, menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA