Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Penahanan Galih Ginanjar, Rey, dan Pablo Benua Diperpanjang

Kamis 01 Agu 2019 10:11 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Friska Yolanda

Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar, saat akan memasuki rutan Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan dan tes urine di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, Jumat (12/7). Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik melalui media sosial.

Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar, saat akan memasuki rutan Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan dan tes urine di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, Jumat (12/7). Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik melalui media sosial.

Foto: Republika/Flori Sidebang
Masa penahanan Galih, Rey, dan Pablo diperpanjang hingga 9 September.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memperpanjang masa penahanan tiga tersangka kasus pencemaran nama baik melalui media sosial, yakni Galih Ginanjar dan pasangan Youtuber Rey Utami serta Pablo Benua. Polisi menyebut, masa penahanan mereka diperpanjang hingga 40 hari ke depan.

"Iya benar masa penahanan Galih, Rey dan Pablo kita perpanjang hingga 40 hari ke depan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (31/7) malam. 

Baca Juga

Namun, Argo tidak menyebutkan secara rinci mengenai alasan penyidik memperpanjang masa penahanan ketiga tersangka itu. Ia hanya menjelaskan, masa penahanan 40 hari itu terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2019 hingga 9 September 2019.

"Alasannya subjektivitas penyidik ya," ujar Argo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fairuz melaporkan mantan suaminya, Galih Ginanjar, serta pemilik akun Youtube atas nama pasangan Rey Utami dan Pablo Benua terkait kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Laporan tersebut dibuat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan LP /3914/7/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 1 Juli 2019.

Laporan tersebut dibuat lantaran Galih melontarkan pernyataan bernada negatif terkait mantan istrinya itu dalam sebuah video di akun Youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua. Ketiganya resmi ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (11/7) setelah polisi melakukan gelar perkara dan memiliki sejumlah bukti. Mereka pun ditahan polisi sejak Jumat (12/7) lalu selama 20 hari.

Ketiganya pun dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta tindak pidana, yakni Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 UU ITE dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP. Dengan ancaman hukuman lebih dari enam tahun penjara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA