Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Jokowi Serahkan ke Gubernur

Kamis 01 Aug 2019 10:45 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolanda

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Pengembangan kendaraan listrik dapat atasi buruknya kualitas udara Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar penggunaan transportasi umum oleh masyarakat di ibu kota segera digalakkan. Hal ini dinilainya dapat mengurangi buruknya kualitas udara di Jakarta akhir-akhir ini. 

"Mestinya sudah dimulai kita harus mulai segera paling tidak transportasi umum, bus-bus nanti akan saya sampaikan ke gubernur," ujar Jokowi di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8).

Selain itu, menurutnya pengembangan kendaraan listrik juga sudah diperlukan saat ini. Kendati demikian, ia menyerahkan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk mengatasi masalah polusi udara yang semakin memburuk ini.

Baca Juga

"Bus-bus listrik, taksi listrik, sepeda motor (listrik) yang sudah bisa kita produksi, mulai listrik. Skemanya seperti apa terserah gubernur, apakah lewat electronic road pricing yang segera dimulai sehingga orang mau tidak mau masuk ke tranportasi umum massal," jelas dia.   

Untuk diketahui, kualitas udara ibu kota DKI Jakarta pada Kamis (1/8) pagi hari ini masih masuk dalam kategori tak sehat. Tercatat pada pukul 04.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada di level parameter PM2.5 konsentrasi 56,7 ug per meter kubik berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA