Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Susi: Laut Indonesia Terkenal Sebagai Lokasi Pembuangan

Kamis 01 Agu 2019 20:02 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Suasana tumpahan minyak mentah di pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/8).

Suasana tumpahan minyak mentah di pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/8).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Susi mengatakan laut Indonesia mengalami ancaman besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut laut Indonesia mengalami ancaman besar karena dikenal menjadi lokasi tempat membuang limbah minyak. Ia mengatakan, laut Indonesia sudah lama terancam karena praktik-praktik membuang minyak di laut.

Baca Juga

"Jadi Indonesia dan Filipina dikenal oleh kalangan pembuang limbah sebagai tempat pembuangan minyak-minyak kotor," kata Susi dalam jumpa pers bersama Pertamina di Jakarta, Kamis.

Susi menuturkan, ancaman tersebut juga sejalan dengan kurang optimalnya penjagaan laut Indonesia. Oleh karena itu, ia mengaku akan membahas mengenai penjagaan laut dalam forum bersama TNI Angkatan Laut dan Kepolisian Perairan.

"Karena ini terjadi dan jadi omongan dunia juga bahwa luat kita ini paling gampang (untuk) buang limbah, termasuk juga limbah sampah plastik. Kita juga importir sampah terbesar. Sedih. Wong sampah kita saja banyak, ngapain impor sampah," katanya.

photo
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina.

Susi juga menyebut insiden tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (ONWJ) sebagai ancaman. Namun, sifatnya tidak disengaja karena merupakan kecelakaan.

"Tidak ada yang ingin kecelakaan. Kalo accident ini terjadi ya kita sekarang harus recovery (pemulihan), handling (menangani)," ujarnya.

Susi pun mengaku tidak khawatir dan meminta pihak terkait, termasuk nelayan, tidak panik atas kejadian itu. Pasalnya, sebagai BUMN, Pertamina dipastikan akan menangani masalah tersebut dengan baik. Perseroan itu juga memastikan akan memberikan kompensasi atas kerugian yang mendera pihak terkait.

"Dan kita harapkan pemulihan secara fisik bisa terjadi cepat dan sebaik mungkin," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA