Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Hilang Saat Meladang, Seorang Petani dalam Pencarian

Jumat 02 Aug 2019 14:46 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi

Orang hilang - ilustrasi

Orang hilang - ilustrasi

Petani yang akrab disapa Mbah Rusito ini kali terakhir terlihat pada Rabu (31/7).

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA -- Dua hari tidak diketahui keberadaannya, seorang petani warga Tetep Wates RT 1/6 Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga dikabarkan hilang di kebun Teteprandhu.

Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, di bawah koordinasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah guna menemukan keberadaan Rusito Rusman (77), petani malang tersebut.

Ketua Basarnas Jawa Tengah, Aris Sofingi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima Basarnas Jawa Tengah, petani yang akrab disapa Mbah Rusito ini kali terakhir terlihat pada Rabu (31/7).

Saat itu yang bersangkutan masih terlihat beraktivitas di ladangnya, di kawasan kebun Teteprandhu. "Masih ada saksi yang melihat survivor membersihkan ladang membakar sampah," ungkapnya, Jumat (2/8).

Namun, lanjutnya, hingga Rabu malam, yang bersangkutan tidak kunjung pulang hingga larut malam hingga warga berupaya mencari Mbah Rusito secara bersama- sama.

"Bahkan hingga Jumat pagi upaya pencarian belum berhasil menemukan keberadaan pria lansia tersebut," kata Aris.

Berbekal informasi tersebut Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Jawa Tengah, Agung Hari Prabowo memberangkatkan tim Rescuer untuk melaksanakan pencarian dengan membawa peralatan mountenering.

Menurut Agung, upaya pencarian dilakukan dengan metode Explore SAR . "Unsur tim SAR gabungan yang terlibat dibagi menjadi empat Search Rescue Unit (SRU)," jelasnya.

SRU 1, kata Agung, melaksakan penyisiran 1kilometer ke arah Timur dari lokasi kali terakhir korban diketahui (LKK). SRU 2 melaksanakan penyisiran 1 kilometer ke arah Barat dari LKK.

"Sedangkan SRU 3 dan SRU 4 menyisir tempat - tempat yang di curigai seperti jurang dan rumpun- rumpun bambu," lanjutnya.

Pola pencarian juga dilaksanakan oleh warga dengan metode kearifan lokal dengan membawa peralatan dapur , memukul peralatan yang dibawa.

Kondisi luasnya ladang menjadi kendala tim SAR gabungan dalam melakukan  pencarian. "Namun upaya pencarian tetap akan dioptimlkan, agar survivor cepat segera ditemukan," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA