Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sampah Plastik Sebabkan Perairan Pantai Marunda Dangkal

Jumat 02 Agu 2019 16:29 WIB

Red: Ratna Puspita

Pantai Marunda, Jakarta Utara

Pantai Marunda, Jakarta Utara

Foto: dok. Republika
'Kalau pantainya dangkal, hasil tangkapan jadi sedikit,' kata nelayan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nelayan di Kampung Marunda Kepu, Jakarta Utara, mengatakan sampah plastik menyebabkan perairan di Pantai Marunda menjadi dangkal. Kondisi tersebut memengaruhi hasil tangkapan.

Baca Juga

"Kalau pantainya jadi dangkal, hasil tangkapan jadi sedikit," kata Rarat, nelayan yang sehari-hari melaut di sepanjang Pantai Marunda hingga Kali Kanal Timur yang berbatasan dengan Bekasi, Jumat (2/8).

Ia mengatakan sebelum sampah-sampah tersebut datang, yang ia duga berasal dari Bekasi, kedalaman di perairan Marunda antara delapan hingga 10 meter. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kedalaman di perairan tersebut menjadi semakin dangkal hingga mencapai kurang dari satu meter.

"Jadi kalau sampah itu datang, terkena angin barat ya masuk. Pas terkena gelombang, tercampur dengan lumpur akhirnya tenggelam," kata dia.

Ia melanjutkan, sampah-sampah tersebut terbawa ke pinggiran pantai dan sedikit demi sedikit terus memenuhi daratan di sekitar pantai. Sejak pantai Marunda menjadi dangkal, Rarat mengaku harus melaut lebih jauh lagi untuk bisa mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak.

Namun, keinginannya untuk mendapat hasil tangkapan lebih banyak terkendala oleh ukuran perahu yang kecil, yang tidak mampu menghadapi gelombang lebih besar di laut lepas. "Ikan itu suka berenang bebas di laut lepas. Kalau pantainya dangkal, ikan-ikan tersebut jadi semakin jauh ditangkapnya," kata Rarat, yang mengaku hanya memiliki perahu kecil sehingga hanya bisa melaut di sekitar Pantai Marunda.

Rarat mengaku dirinya dan warga di sekitar pantai membersihkan sampah rumah tangga mereka dengan cara membakarnya. Namun, sampah-sampah di sekitar pantai yang datangnya dari laut jumlahnya terlalu banyak sehingga warga merasa kewalahan untuk membersihkannya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA