Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Beda Tsunami dan Gelombang Tinggi, Ini Penjelasan BNPB

Sabtu 03 Aug 2019 22:46 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Tsunami (ilustrasi)

Tsunami (ilustrasi)

Foto: [ist]
Tsunami ibarat kereta 12 gerbong yang datangnya bisa berkali-kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo menilai masyarakat memahami perbedaan antara gelombang tinggi dengan tsunami.

Dalam konferensi pers di Kantor BNPBdi Jakarta, Sabtu, Agus menyebut gelombang tinggi merupakan ancaman global yang disebabkan oleh perubahan cuaca dan pemanasan global.

“Ini fenomena global di seluruh dunia, ada pemanasan global sehingga muka air laut naik, termasuk gelombang,” katanya (3/8).

Menurut dia kekuatan gelombang tinggi dan gelombang tsunami pun berbeda. Dia menganalogikan gelombang tinggi sebagai mobil truk, sementara gelombang tsunami adalah kereta dengan 12 gerbong.

Agus menyebut, satu bangunan ditabarak oleh mobil truk bisa hancur bisa juga tidak, namun akan beda hasilnya jika ditabrak oleh kereta 12 gerbong. “Tsunami seperti rombongan panjang kereta dan datangnya bisa berkali-kali. Kekuatan dan panjangnya berbeda,” ucap dia.

Adapun upaya untuk menghindari gelombang tinggi yang paling efektif adalah membangun tembok tinggi sebagai pemecah gelombang.

Namun diakui Agus butuh biaya yang mahal untuk membuat tembok tersebut sehingga yang paling memungkinkan adalah dengan memindahkan masyarakat dari lokasi tersebut. “Ini banyak kota-kota di dunia terancam gelombang tinggi. Sama kasusnya,” ucap dia

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA