Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Jawa Timur Targetkan 30 Persen Sampah Plastik Berkurang

Ahad 04 Aug 2019 06:53 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hasanul Rizqa

Mengelola sampah plastik (ilustrasi)

Mengelola sampah plastik (ilustrasi)

Foto: Istimewa
Gubernur Jawa Timur terbitkan surat edaran tentang imbauan bebas kemasan plastik

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menargetkan pengurangan timbunan sampah plastik sebesar 30 persen pada 2025. Hal ini tercantum pada Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada).

Baca Juga

Salah satu cara yang ditempuh untuk mewujudkan target tersebut ialah menerbitkan surat edaran gubernur Jawa Timur Nomor 360/765/208.1/2019 tentang Imbauan Bebas Kemasan Plastik.

"Sekarang yang menjadi isu adalah sampah plastik, karena volumenya semakin meningkat. Total Jawa Timur untuk timbunan sampah adalah 17 ribu ton per hari dan itu bisa terus meningkat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur, Diah Susilowati, Sabtu (3/8).

Diah mengungkapkan, dari total 17 ribu ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, sebesar 12.74 persen di antaranya adalah sampah plastik. Pemprov, lanjut dia, telah membuat kebijakan lewat edaran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali-pakai

"Sudah ada edaran Gubernur ada edaran bupati/ wali kota dan ada edaran untuk ritel perdagangan salah satunya adalah dengan mengurangi tas kresek," ujar Diah.

Diah juga mengimbau kepada masyarakat Jawa Timur (Jatim) agar seminimal mungkin menggunakan tas kresek, ataupun bahan plastik lainnya. Misalnya, kata dia, untuk makanan dan minuman, masyarakat harus mulai membudayakan menggunakan tumbler, atau tidak menggunakan plastik sekali pakai.

Dia melanjutkan, Dinas Lingkungan Hidup Jatim juga akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk membuat briket dari sampah termasuk sampah plastik. Selain mengurangi timbunan sampah, hal ini juga untuk meminimalisir pelaku usaha yang sembarangan menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar.

"Menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar itu, kalau suhunya tidak sesuai, akan mengganggu kesehatan. Makanya, akan kita berikan penyuluhan dan kita tertibkan," kata Diah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA