Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

PA 212 Akui Kapok Berkongsi dengan Parpol

Ahad 04 Aug 2019 12:52 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Habib Novel Bamukmin diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yayasan keadilan untuk bersama di gedung Bareskrim sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/2).

Habib Novel Bamukmin diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yayasan keadilan untuk bersama di gedung Bareskrim sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/2).

Foto: Republika/Mabruroh
PA 212 juga kapok melibatkan elite politik di dalam kepengurusan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaudaraan Alumni 212 berencana kembali menggelar Ijtima Ulama ke-IV di Hotel Lor in Sentul, Senin (4/8) besok. Namun, gelaran ijtima ulama kali bakal berbeda dibanding sebelum-sebelumnya. Kali ini mereka tidak akan mengundang tokoh politik bahkan partai politik (parpol) ke dalam musyawarah yang mereka gelar. Itu karena mereka kapok berkongsi dengan parpol.

"Sebenarnya bukan kapok berpolitik karena perjuangan juga harus lewat politik tapi kami kapok melibatkan elite partai ke dalam kepengurusan PA 212. Kalaupun nanti kami punya sikap politik, saya mau pengurus PA 212 jangan ada lagi orang partai, ujar Novel saat dikonfirmasi, Ahad (4/8).

Oleh karena itu juru bicara PA 212 Novel Bamukmin, memastikan tidak akan mengundang elite politik lagi ke gelaran ijtima ulama. Bahkan Novel mengaku dirinya pernah menyarankan agar ijtima ulama melepaskan diri dari tokoh politik dan elite partai, artinya tidak lagi berkongsi dengan mereka. Salah satu pemicu kekecewaan PA 212 terhadap parpol yang tergabung ke dalam Koalisi Adil Makmur terindikasi melakukan lobi-lobi politik dengan lawan politiknya.

"Tentunya kami kecewa dengan adanya rekonsiliasi karena itu terindikasi dengan lobi politik. Apalagi jika mereka juga duduk di kabinet. Juga pernyataan Amien Rais soal power sharing 55:45 itu tidak bisa kita terima," kata Novel.

Sebelumnya, PA 212 melalui ijtima ulama mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sayangnya dalam perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 pasangan Prabowo-Sandiaga menuai kekalahan. Setelah itu satu per satu partai pengusung Prabowo-Sandiaga mulai membuka konsolidasi dengan kubu Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Bahkan Prabowo telah menemui Joko Widodo dan juga ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA