Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Sohibul Iman Minta Caleg PKS Jadi Duta Kebaikan Bangsa

Ahad 04 Agu 2019 16:54 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman

Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman

Foto: dok. PKS
Sohibul juga meminta caleg PKS menjelaskan ideologi partai kepada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman meminta para calon legislatif (caleg) dari partainya dapat menjadi duta kebaikan bagi Indonesia. Hal itu dilakukan agar para caleg dapat bekerja untuk masyarakat jika terpilih nanti.

"Caleg PKS terpilih hendaknya menjadi duta kebaikan bagi bangsa, dan duta PKS untuk mentransformasi tujuan PKS untuk kesejahteraan bangsa dan negara," ujar Sohibul lewat keterangan tertulisnya, Ahad (4/8).

Ia juga meminta para caleg terpilih agar menjelaskan idieologi partainya. Sekaligus mentransformasi tujuan PKS dalam berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, caleg PKS perlu untuk memahami dengan benar visi dan misi partainya, agar dapat menjadi duta kebaikan untuk bangsa."Caleg PKS sebagai etalase PKS. Untuk itu setiap caleg perlu memahami dengan benar dan paham, tentang visi, agar bisa dipahami publik," ujar Sohibul.

Selain itu, ia menyebut partainya adalah salah satu entitas bangsa Indonesia yang lahir di masa modernitas yakni pada 1999. Atas hal itu, PKS tidak akan gagap dengan keindonesiaan dan kemodernan.

"PKS tidak lahir dari ruang hampa, PKS lahir dari rahim reformasi di era modern yakni tahun 1999, oleh karenanya PKS itu kompatibel dengan keindonesiaan dan kemodernan," ujar Sohibul.

Karena lahir di era kemodernan atau modernitas, dia mengharapkan para kader PKS di parlemen tidak hanya fasih membicarakan tentang keislaman saja. “Tetapi juga hal-hal yang kekinian dan modern terutama yang menyangkut kepentingan hidup rakyat banyak," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA