Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Layanan Publik Lumpuh Akibat Listrik Padam

Senin 05 Agu 2019 07:39 WIB

Red: Budi Raharjo

Proses evakuasi penumpang MRT yang berhenti akibat listrik padam di antara jalur Stasiun MRT Bendungan Hilir-Istora, Jakarta Pusat, Ahad (4/8).

Proses evakuasi penumpang MRT yang berhenti akibat listrik padam di antara jalur Stasiun MRT Bendungan Hilir-Istora, Jakarta Pusat, Ahad (4/8).

Foto: Dok Istimewa
Padamnya listrik juga mengganggu warga yang menjalankan usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terputusnya aliran listrik di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Banten, Ahad (4/8), melumpuhkan berbagai pelayanan publik. Aktivitas perekonomian warga juga terdampak.

Listrik padam mulai pukul 11.48 WIB. Menurut penjelasan PT PLN (Persero), pemadaman listrik bermula dari adanya gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Ungaran-Pemalang, Jawa Tengah yang kemudian merembet ke sistem kelistrikan lain. Listrik baru bisa dipulihkan secara bertahap pada petang.

Gangguan sistem kelistrikan berdampak luas. Di sektor transportasi, operasional kereta listrik (KRL) Commuter Line lumpuh total. Para penumpang KRL rute Jakarta Kota-Bekasi bahkan harus turun di tengah lintasan.

Transportasi massal Moda Raya Terpadu (MRT) ikut terimbas. Para pengguna MRT bahkan sempat terjebak di dalam rangkaian yang sedang berada di lintasan bawah tanah. Penumpang mesti berjalan menyusuri rel bawah tanah selama sekitar 15 menit saat melakukan evakuasi.

Lumpuhnya KRL dan MRT membuat penumpang beralih ke moda transportasi lain. Angkutan kota (angkot) menuai berkah karena mendapatkan lebih banyak penumpang daripada hari biasanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menggratiskan layanan seluruh rute Transjakarta hingga listrik pulih 100 persen. PT Transportasi Jakarta mengonfirmasikan, penggratisan layanan tersebut dimulai sejak pukul 18.30 WIB.

Kemacetan di berbagai ruas jalan di Ibu Kota pun tak terhindarkan akibat matinya lampu lalu lintas. Kondisi ini membuat sejumlah warga dan para driver ojek daring berinisiatif menjadi 'polantas'.

Hal itu seperti yang terlihat di lampu lalu lintas perempatan Pejaten, Pasar Minggu. Mereka mengatur laju kendaraan sambil menunggu polantas datang.

Baca Juga

photo
Cover koran Republika edisi Senin (5/8).



Padamnya listrik juga mengganggu warga yang menjalankan usaha. Tak sedikit warung makan yang berhenti melayani pelanggan saat cadangan air untuk mencuci piring dan masak habis. Begitu juga dengan pelaku-pelaku usaha lainnya yang mengandalkan listrik.

Di sektor keuangan, nasabah tak bisa menggunakan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). di daerah-daerah terdampak. Namun, layanan perbankan di kantor cabang berjalan normal karena memiliki daya cadangan.

Salah satu yang juga dikeluhkan masyarakat akibat padamnya listrik adalah buruknya sinyal telekomunikasi. Sejumlah provider mengakui pemadaman listrik sempat berimbas pada menurunnya kualitas layanan.

Kendati demikian, padamnya listrik tak sampai mengganggu penerbangan. Operasional Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, tetap berjalan normal dengan mengandalkan genset.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA