Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Genset MRT Hanya untuk Menyokong Kebutuhan di Stasiun

Senin 05 Aug 2019 12:13 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Israr Itah

Proses evakuasi penumpang MRT yang berhenti akibat listrik padam di antara jalur Stasiun MRT Bendungan Hilir-Istora, Jakarta Pusat, Ahad (4/8).

Proses evakuasi penumpang MRT yang berhenti akibat listrik padam di antara jalur Stasiun MRT Bendungan Hilir-Istora, Jakarta Pusat, Ahad (4/8).

Foto: Dok Istimewa
Genset tersebut tidak diperuntukkan bagi operasional kereta ratangga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Divisi Sekretaris PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan Moda Raya Terpadu (MRT) memiliki genset sebagai pasokan listrik tambahan. Hanya, genset tersebut tidak diperuntukkan bagi operasional kereta ratangga. 

“Pembangkit Cadangan Genset MRT saat ini hanya didesain dan dioperasikan untuk kebutuhan listrik di stasiun. Kebutuhan listrik untuk traksi kereta Ratangga sebesar  60MVA, terlalu besar untuk dibuatkan pembangkit cadangan genset di internal MRT,” kata Kamaluddin dalam keterangan tertulis, Senin (5/8). 

Kamaluddin menjelaskan, listrik MRT Jakarta dipasok penuh dari dua jalur yang bersumber dari dua subsistem 150kV PLN yang berbeda. Keduanya adalah Subsistem Gandul - Muara Karang melalui Gardu Induk Pondok Indah dan Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk CSW.

Dalam keadaan failure pada salah satu jalur pasokan, kata Kamaluddin, maka satu suplai lainnya dapat menggantikan 100 persen kebutuhan daya keseluruhan MRT. Hanya, kasus ada Ahad (4/8) kemarin menurutnya tergolong kejadian luar biasa yang menyebabkan lumpuhnya kedua jalur suplai tersebut.

Karenanya, MRT pun memohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna layanan MRT Jakarta atas  ketidaknyamanan yang diakibatkan dari kondisi tersebut.

Sistem pasokan listrik untuk MRT Jakarta tambahnya, mengandalkan sistem listrik nasional yang dikelola oleh PLN di mana sejalan dengan sistem listrik MRT di berbagai negara lain. Dan saat ini, untuk Sistem MRT Jakarta Fase I belum memungkinkan untuk menyiapkan cadangan pembangkit daya untuk memasok listrik untuk menggerakkan kereta Ratangga.

Saat ditanyakan mengenai, dampak kerugian yang dialami pasca pemadaman listrik massal tersebut, Kamaluddin enggan merespons.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA