Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Ini Penjelasan Lengkap Plt Dirut PLN Soal Mati Lampu

Senin 05 Aug 2019 09:14 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Elba Damhuri

Lampu lalu lintas yang mati di Jalan Syeikh Nawawi Al Bantani, Kota Serang, Banten, akibat pemadaman listrik yang terjadi di beberapa Kota di Pulau Jawa, Ahad (4/8).

Lampu lalu lintas yang mati di Jalan Syeikh Nawawi Al Bantani, Kota Serang, Banten, akibat pemadaman listrik yang terjadi di beberapa Kota di Pulau Jawa, Ahad (4/8).

Foto: Republika/Alkhaledi Kurnialam
PLN menegaskan mati lampu murni masalah teknis, bukan soal masuknya plt dirut baru.

REPUBLIKA.CO.ID, Pasokan listrik PLN mengalami gangguan pada Ahad (4/8). Imbas dari gangguan mengakibatkan lumpuhnya jaringan listrik di Jabodetabek dan sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa. Operasional transportasi massal hingga jaringan telekomunikasi ikut terdampak. Berikut penjelasan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.

Apa penyebab dari padamnya listrik hari ini?
Pertama-tama kami atas nama direksi PT PLN Persero, saya selaku Plt Dirut, memohon maaf yang seluas luasnya kepada seluruh pelanggan PLN yang telah mengalami gangguan terkait dengan pemadaman sejak pukul 11.45 WIB.

Izinkan saya sampaikan informasi berkaitan dengan gangguan, pada pukul 11.45 detik ke-27, pada saluran udara Ungaran terjadi gangguan pada sirkuit 1, kemudian disusul gangguan sirkuit kedua. Akibatnya di menit 48 detik ke-11, menyebabkan jaringan SUTP Depok dan Tasik mengalami gangguan.

Inilah merupakan awal dari terjadinya pemadaman di sistem Jawa barat Banten dan DKI Jakarta. Pada saat 11.45 detik ke-27 saat itu Jawa tengah normal, hanya Brebes saja, tapi Brebes sebenarnya masuk dalam sistem Jawa Barat. Lalu, pada pukul 11.48 WIB, (pasokan listrik) Jabar, DKI, Banten off.

Apa yang manajemen PLN lakukan dalam penanganan ini?
Kami manajemen PLN memimpin langsung dan mengawal langsung proses pemiluhan. Dari sini kita bisa memantau bagaimana pasokan listrik dari timur ke barat untuk mendukung pasokan. Pukul 16.27 WIB, Alhamdulillah listrik dari Jatim masuk ke Saguling dan Cireta.

PLTA Cireta dan Saguling berfungsi sebagai menstabilkan aliran. Kita tunggu masuk ke Cibinong dan Depok, Alhamdulillah pada pukul 16.27 WIB pasokan masuk ke Gardu gandul. Mudah-mudahan berjalan lancar proses pemulihan yang dilakukan teman-teman.

Setelah Gandul, apa rencana PLN dalam menormalkan kondisi kelistrikan?
Rencananya akan memasok ke Suralaya dan Muara Karang. Kalau ke Suralaya nanti akan melewati Legok, Balaraja, Suryalaya. Ini akan memulihkan secara total. Tetapi di Muara Karang ini kami prioritaskan karena untuk DKI Jakarta.

Seperti apa proses penormalan di PLTGU Muara Karang?
Proses di Muara Karang ini, PLTGU cepat sekali bisa masuk ke sistem, artinya bisa cepat, tapi perlu waktu untuk perjalanan, Mudah-mudahan sistem DKI Jakarta kalau baik dan lancar, kira-kira tiga jam akan bisa pulih DKI Jakarta. Sedangkan, Banten dan Jawa Barat akan dipasok dari Suralaya, kemudian akan membebani Interbus Transformer (IBT), kemudian ke pelanggan.

Berapa lama prosesnya?
Nah penormalan pelanggan memang masih lama, bisa 4 jam sampai 5 jam lagi. Mudah mudahan tidak lewat sampai pukul 00.00 ya. Kami berupaya seoptimal mungkin. Ini jadi proses improvement, banyak hal yang harus kita improve, mana yang masih lemah, kami serius menangani perbaikannya. Kami mohon dukungan rekan-rekan semua, dan keikhlasan dari para pelanggan. Hari ini kita juga sulit berkomunikasi. Jadi kami mohon maaf.

Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya?
Pernah, pada 1997 black out Jawa Bali, memakan waktu cukup lama, setelah itu September 2018 area Paiton saat itu terjadi tegangan ekstra tinggi. Jadi kalau dilihat dari kurun waktu Alhamdulillah ini tidak sering ya. Kita harapkan ini merupakan sesuatu yang kita hindari. Inilah yang menjadi perhatian utama kami.

Penyebab gangguan apakah sudah diketahui?
Semua sekarang fokus pemulihan. Tentunya kami akan improvement dan investigasi lebih lanjut berkaitan dengan gangguan.

Apakah ada faktor politis lantaran ada plt dirut baru?
Murni teknis ya kalau kami lihat. Tidak ada, kami tidak melihat ini ada sabotase dan sebagainya.

Seperti apa langkah evaluasi PLN menghadapi kejadian ini?
Kami akan menunjuk pihak independen untuk melakukan investigasi ini. Kita tahu ini dampaknya luar biasa dan kami ingin melakukan perbaikan yang signifikan karena itu kita perlu masukan masukan dari tim independen.

Dalam struktural kita sudah punya Litbang, kita punya kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas kesisteman. Mudah-mudahan tidak lama ya. Tetapi jangan juga terlalu cepat, tentunya kalau terlalu cepat kita tidak bisa melihat semua aspek secara komprehensif. Ya mudah-mudahan satu atau dua hari ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA