Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Status Gunung Tangkuban Parahu Naik, Ini Respons Emil

Jumat 02 Aug 2019 12:51 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Teguh Firmansyah

Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019).

Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Emil meminta pengelola mengikuti instruksi PVMBG.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan status Tangkuban Parahu kembali naik. Status naik dari normal menjadi waspada menyusul erupsi pada Kamis hingga Jumat ini.  

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, jika status tangkuban parahu naik lagi, maka semua prosedur harus ditaati oleh pengelola Tangkuban Parahu. Semua informasi, kata Emil, datangnya dari PVMBG.

"Ya saya kira, hal ini sudah diantisipasi. Jika statusnya clear dari mereka, prosedur yang kemarin dirapatkan silahkan dipergunakan tapi kalau statusnya harus siaga juga, harus menyesuaikan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan di Gedung Sate, Jumat (2/8).

Emil mengatakan, urusan wisata gunung berapi bukan persoalan sederhana. Karena, fenomena alamnya kalau berbahaya bisa mengancam keselamatan juga. "Saya imbau pengelola untuk ikut arahan ilmiahnya PVMBG. Kalau rekomendasinya ditutup, silahkan menyesuaikan kalau sudah aman silahkan buka lagi," katanya.

Saat ditanya mengapa, pada Kamis (1/8), Kawasan Tangkuban Parahu sempat dibuka, Emil menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan data saat rapat sudah bisa dibuka lagi. Namun, kalau sekarang ada dinamika fluktuatif lagi. "Saya kira menyesuaikan. Tidak bisa juga dibuka selamanya atau ditutup selamanya menyesuaikan situasi saja," katanya.

Namun, kata dia, semua harus tahu erupsi gunung yang terjadi itu freatik. Bukan magmanya, jadi hanya atasnya saja atau setempat. "Nah itu bisa surut tapi bisa sering-sering terjadi ini mah hanya masalah kewaspadaan saja dalam merespons," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA