Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

PLN: Jaringan Listrik yang Bermasalah Lintasi Gunung-Hutan

Senin 05 Aug 2019 21:12 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Reiny Dwinanda

Listrik Padam (ilustrasi)

Listrik Padam (ilustrasi)

Foto: Antara/Basri Marzuki
Jaringan listrik Ungaran-Pemalang membentang melintasi gunung, hutan, dan perumahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak secara detail mengungkapkan alasan terputusnya aliran listrik di DKI Jakarta dan sebagian Banten serta Jawa Barat. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS menuturkan aliran listrik awalnya terputus dari Unggaran ke Pemalang.

“Kemudian (setelah terputus) yang mengalami gangguan itu sudah kami perbaiki dan normal kembali sudah mengalirkan listrik dari Timur ke Barat,” kata Haryanti di Kantor Pusat PLN, Jakarta, (5/8).

Menurut Haryanto, jaringan listrik dari Unggaran ke Pemalang membentang di areal pegunungan dan hutan. Sebagian juga berada di perumahan warga.

“Itu (aliran listrik yang melalui gunung dan hutan) memang bisa saja terjadi gangguan-gangguan di sekitarnya. Itu bisa saja terjadi,” tutur Haryanto.

Saat permasalahan terjadi, menurut Haryanto, alat monitor yang dimiliki PLN mendeteksi persoalan tersebut. PLN dapat memperkirakan lokasi yang menjadi titik masalah dan mengatasinya langsung.

Baca Juga

Terputusnya aliran listrik di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Banten, Ahad (4/8), melumpuhkan berbagai pelayanan publik. Aktivitas perekonomian warga juga terdampak.

Listrik padam mulai pukul 11.48 WIB. Menurut penjelasan PT PLN (Persero), pemadaman listrik bermula dari adanya gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Ungaran-Pemalang, Jawa Tengah yang kemudian merembet ke sistem kelistrikan lain. Listrik baru bisa dipulihkan secara bertahap pada petang.

Gangguan sistem kelistrikan berdampak luas. Di sektor transportasi, operasional kereta listrik (KRL) Commuter Line lumpuh total. Para penumpang KRL rute Jakarta Kota-Bekasi bahkan harus turun di tengah lintasan.

Transportasi massal Moda Raya Terpadu (MRT) ikut terimbas. Para pengguna MRT bahkan sempat terjebak di dalam rangkaian yang sedang berada di lintasan bawah tanah. Penumpang mesti berjalan menyusuri rel bawah tanah selama sekitar 15 menit saat melakukan evakuasi.

Lumpuhnya KRL dan MRT membuat penumpang beralih ke moda transportasi lain. Angkutan kota (angkot) menuai berkah karena mendapatkan lebih banyak penumpang daripada hari biasanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menggratiskan layanan seluruh rute Transjakarta hingga listrik pulih 100 persen. PT Transportasi Jakarta mengonfirmasikan, penggratisan layanan tersebut dimulai sejak pukul 18.30 WIB.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA