Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

PLN: Jakarta Sudah tidak Alami Pemadaman Sejak Petang

Senin 05 Agu 2019 22:08 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Reiny Dwinanda

Seorang guru tengah memeriksa tugas muridnya di dalam ruang kelas yang gelap akibat padamnya aliran listrik di MTs Annajah, Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Seorang guru tengah memeriksa tugas muridnya di dalam ruang kelas yang gelap akibat padamnya aliran listrik di MTs Annajah, Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
PLN mengungkap pemadaman di Jakarta sudah tidak ada sejak pukul 17.50 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto WS mengatakan PLN berusaha segera memulihkan listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Saat ini, masih ada sekitar 1.000 mw di daerah Banten dan Jabar yang masih belum kembali terlayani aliran listrik.

"Alhamdulilah mulai jam 17.50 WIB tadi untuk Jakarta sudah tidak ada pemadaman," ujar Haryanto di Kantor PLN, Jakarta, Senin (5/8).

Haryanto mengatakan, sampai Senin (5/8) sore, PLN sudah menyalakan tambahan pasokan 5.000 Mw dan malam ini ada tambahan sekitar 3.000 Mw. Daya itu bisa dialokasikan untuk para pelanggan di Jabar dan Banten yang masih mengalami pemadaman.

"Insya Allah malam ini bisa kita selesaikan untuk penyalaan kembali pelanggan-pelanggan yang padam," kata Haryanto.

Haryanto merinci terdapat pembangkit dengan kapasitas 700 Mw di Jawa Barat dan 300 Mw di Banten yang akan dioperasikan malam ini. Rencananya, pembangkit tersebut mulai dioperasikan puku 22.30 WIB.

Haryanto berharap dukungan sejumlah pembangkit yang akan dioperasikan malam ini akan mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan. Meski begitu, ia tidak berbicara spesifik tentang penyebab gangguan, termasuk soal dugaan tumbangnya pohon Sengon yang merusak jalur transmisi Ungaran-Pemalang.

"Jaringan kami kan panjang, melalui gunung, hutan, dan permukiman warga. Itu memang bisa saja gangguan sekitar alam dan lain sebagainya, itu bisa terjadi. Alhamdulilah sudah kita selesaikan," ucap Haryanto.

Sementara itu, Polri turut melakukan penyelidikan penyebab padamnya listrik di sejumlah daerah. Sejauh ini, polisi menduga faktor alam menjadi penyebab padam listrik di sejumlah daerah itu.

"Diduga faktor alam dan teknis, tidak diketemukan human error atau unsur sabotase," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo dalam pesan singkatnya, Senin (5/8).

Dedi menyebut, tim dari Polda Jateng sudah melakukan pengecekan di Tower Transmisi Desa Malom, Gunung Pati, Kabupaten Semarang. Kerusakan diduga terjadi karena adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way) 8,5 meter, sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik

"Tapi hasilnya menunggu investigasi tim pusat, gabungan Bareskrim dan PLN, untuk melakukan pengecekan di lapangan," kata Dedi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA