Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Listrik Padam, Bisa Ganggu Ujian Siswa Berbasis Web

Selasa 06 Aug 2019 13:28 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

 Chief Operation Officer Edubox Fathi Nashrullah.

Chief Operation Officer Edubox Fathi Nashrullah.

Foto: Foto: Arie Lukihardianti/Republika
Jabar merupakan daerah dengan jumlah pengguna Edubox terbanyak di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gangguan listrik yang menyebabkan beberapa wilayah sebagian Pulau Jawa padam beberapa hari ini. Kondisi ini, bisa berpengaruh pada pelaksanaan ujian siswa yang menggunakan aplikasi berbasis web Edubox di sekolah-sekolah. Untungnya, pekan ini semua sekolah baru memulai pembelajaran, sehingga belum ada yang menggelar ujian.

Menurut Chief Operation Officer Edubox Fathi Nashrullah, pemadaman listrik akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan sekolah yang sudah terbiasa menggunakan Edubox saat ujian sehari-hari. "Jadi adanya pemadaman listrik ini tentunya akan sangat berpengaruh, apalagi untuk sekolah besar dengan jumlah murid yang banyak, yang menggunakan server yang terpusat," ujar Fathi kepada wartawan seusai memberikan penghargaan kepada SMA Negeri 17 Bandung, Senin (5/8).

Fathi menjelaskan, Edubox adalah aplikasi berbasis web yang terdiri dari aplikasi ujian, tugas, dan materi dalam jaringan lokal (intranet) buatan PT Pinisi Teknologi Edukasi (Pinisi Edubox). Kasus aliran listrik yang terputus dan memengaruhi ujian lewat Edubox, biasanya terjadi di sekolah di pelosok dan menggunakan jaringan komputer.

"Biasanya sekolah kalau mau ujian, meminta PLN untuk menjaga aliran listriknya. Akan terganggu kalau sampai ada pemadaman bergilir," katanya.

Fathi mengatakan, Provinsi Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah pengguna Edubox terbanyak di Indonesia. Semua SMP negeri dan puluhan SMP swasta di Kota Bandung sudah menggunakan Edubox untuk ujiannya. Sarana tersebut,  digunakan SMA dan SMK di Jabar dan total sekitar 300 sekolah yang menggunakan Edubox.

Dengan Edubox, kata dia, ujian dilakukan melalui komputer, laptop, tablet, atau gawai lainnya yang terkoneksi dengan browser. Apabila biasanya saat ujian dibutuhkan sampai sepuluh lembar kertas per siswa per mata pelajaran, dengan Edubox semuanya dilakukan tanpa kertas.

Edubox sendiri, kata dia, sejak 2017 meluncurkan Edupress sebagai converter soal instan dan dengan mengunduh template dari Edupress, para guru secara daring bisa mengubah soal yang dimiliki menjadi bentuk soal yang siap unggah ke Edubox tanpa kendala terutama untuk soal gambar, rumus, equation, dan huruf asing, baik huruf Arab, Mandarin, sampai aksara Sunda.

"Jadi untuk guru di sekolah-sekolah bisa sharing soal dan tidak tergantung buku penerbit atau lembar kerja siswa. Ini seperti membuat bank soal. Memudahkan guru berbagi soal," katanya.

Di upacara bendera Senin pagi di SMA Negeri 17 Bandung, Edubox secara simbolis memberikan penghargaan kepada SMA Negeri 17 Bandung sebagai sekolah dengan jumlah postingan soal terbanyak dengan jumlah 410 paket soal ujian.

Secara berturut-turut, jumlah sekolah 10 besar postingan terbanyak adalah SMA Negeri 17 Bandung (410 paket soal ujian), SMA Negeri 1 Bandung (353), SMP Daarut Tauhid Boarding School (338), SMP Negeri 54 Bandung (326), SMP Negeri 36 Bandung (320), SMP Negeri 1 Sumber (270), SMP Negeri 40 Bandung (268), SMA Negeri 2 Padalarang (260), SMP Negeri 6 Bandung (252), dan SD Negeri Cijambe 2 dengan jumlah postingan 246 paket soal ujian.

"Hingga genap dua tahun perjalanan Edupress, sudah ada 23.525 ujian yang ter-publish dari seluruh user sekolah," katanya. 

Jika dirata-ratakan, kata dia, dalam satu ujian terdapat 35 soal, maka jumlah total soal tersiar adalah 823.375 soal. Ini menjadikan Edupress sebagai crowdsourcing bank soal terbesar di Indonesia.

Edubox sebagai salah satu start up di dunia digital, kata dia, berkomitmen untuk terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia, terutama di Jawa Barat dan dalam perjalanannya, Edubox mulai memacu para guru untuk masuk ke era digitalisasi tanpa melupakan konten lokal. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA