Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Asosiasi Dosen: Rektor Asing Bukan Solusi

Selasa 06 Agu 2019 22:15 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), M Nasir.

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), M Nasir.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Mendatangkan rektor asing dinilai membutuhkan biaya besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) menyatakan, perekrutan dosen asing bukanlah solusi tepat dalam mendorong ranking perguruan tinggi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Karena mengelola pendidikan memerlukan niat baik.

"Mendatangkan rektor asing bukan solusi untuk peningkatan ranking universitas. Tidak terlalu mendesak kalau menurut saya," ujar Ketua Tim Advokasi ADI, Prof Faisal Santiago, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/8).

Dia menjelaskan, merekrut rektor asing akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ditambah lagi, kemungkinan besar rektor asing akan membawa gerbong paling tidak 10 hingga 20 orang.

Rektor yang diperlukan disamping sebagai seorang akademisi juga mesti mengerti dan paham mengenai pendidikan dan pengembangannya. Selain itu juga diperlukan orang yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan ditunjang oleh keahlian manajemen tinggi.

"Juga ditunjang dengan jiwa kewirausahaan dan juga teknologi. Mencari rektor yang seperti ini memang tidak mudah, tapi mengimpor rektor asing bukan jalan keluar," ujarnya.

Dia mempertanyakan, apakah rektor asing bisa menjalankan tali komando manajemen kalau masih sumber daya manusia di kampus masih orang yang sama?

Dia juga menjelaskan bahwa sudah menjadi rahasia umum rektor yang ada khususnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kental campur tangan pemerintah dan itu yang menghambat sebagian kinerja rektor menjadi tidak maksimal.

"Serahkan rektor kepada anak bangsa tapi dengan cara yang jujur, saya yakin kampus akan menjadi perguruan tinggi kelas dunia."

Sekjen DPP ADI, Amirsyah Tambunan, mengatakan perekrutan rektor asing akan membuat perguruan tinggi jadi "gamang" dalam menjalankan otonomi kampus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA