Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Pemerintah Kebut Pembangunan Infrastruktur Danau Toba

Ahad 04 Aug 2019 17:43 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Indira Rezkisari

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi kawasan Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Senin (29/7/2019). Kawasan hutan pinus itu berada di ketinggian 1.213 meter di atas permukaan laut serta memiliki luas sekitar dua hektar dan diharapkan dapat menjadi tempat wisata keluarga dan milenials untuk menikmati pemandangan Danau Toba.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi kawasan Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Senin (29/7/2019). Kawasan hutan pinus itu berada di ketinggian 1.213 meter di atas permukaan laut serta memiliki luas sekitar dua hektar dan diharapkan dapat menjadi tempat wisata keluarga dan milenials untuk menikmati pemandangan Danau Toba.

Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Targetnya pada 2020 infrastruktur dasar atau sarana prasarana Danau Toba dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Danau Toba dan sekitarnya dikebut. Percepatan pembangunan sebagai tindak lanjut hasil kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan percepatan pembangunan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Jakarta, akhir pekan lalu meminta semua kementerian dan lembaga terkait untuk bergerak cepat membangun infrastruktur.

"Arahan Presiden untuk dieksekusi secepat-cepatnya, untuk para investor juga harus segera membangun," kata Luhut di Jakarta. Luhut turut memastikan Kementerian PUPR segera mengeksekusi arahan Presiden Jokowi terkait infrastruktur di Danau Toba dan pengembangan sektor pariwisata.

"Target pada 2020 infrastruktur dasar atau sarana dan prasarana menunjang kawasan pariwisata atau Otorita Danau Toba dan wilayah sekitarnya direalisasikan," katanya menambahkan.

Luhut juga menyinggung soal permasalahan keramba jaring apung yang dinilai memicu pencemaran lingkungan. Ia meminta kementerian lembaga cepat menindaklanjuti masalah itu agak kenyataman wisatawan dapat dibenahi dengan tepat.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan kesiapan para investor untuk groundbreaking pembangunan hotel di zona otorita Danau Toba pada tahun ini.

"Ada komitmen dari investor mengenai dimulainya pembangunan fisik. Groundbreaking Glamorous Camping atau Glamping pada 10 Oktober 2019 serta Groundbreaking Luxurious Hotel ditargetkan pada 20 April 2020," kata Menpar.

Sementara itu, dari sisi pembangunan yang dilakukan pemerintah, Arief mengatakan pembangunan infrastruktur pendukung akan dimulai pada September 2019 mendatang.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA