Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Banjarnegara Salurkan 965 Ribu Liter Air Atasi Kekeringan

Jumat 09 Aug 2019 05:31 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah warga mengantre bantuan air bersih.

Sejumlah warga mengantre bantuan air bersih.

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Sebanyak 16 desa mengalami kekeringan di Banjarnegara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan 965 ribu liter air guna mengatasi kekeringan di wilayah setempat.

"Guna mengatasi kekeringan, sejak awal penanganan hingga saat ini kami telah menyalurkan 193 tanki atau setara dengan 965 ribu liter air ke wilayah yang mengalami krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis (8/8).

Dia menambahkan, terus melakukan pendistribusian air secara berkala ke wilayah terdampak kekeringan. Dia mencontohkan telah menyalurkan air ke Desa Kaliajir dan Desa Merden Kecamatan Purwanegara, serta Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok, Rabu (7/8).

"Pengiriman pada Rabukemarin sembilan rit masing-masing rit 5.000 liter air sehingga jumlahnya menjadi 45 ribu liter air," katanya.

Dia mengatakan, hingga hari ini jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 16 desa. "Jumlahnya masih sama dengan pada pekan sebelumnya belum ada tambahan desa baru," katanya.

Dia menyebutkan, 16 desa tersebut antara lain Desa Kalitengah, Desa Karanganyar, Desa Kaliajir, Desa Merden, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara. Selain itu, Desa Jalatunda dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja.

Kemudian, Desa Karangjati Kecamatan Susukan, dan Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok. Selain itu, Desa Kebutuhjurang, Desa Kebutuhduwur, Desa Lebakwangi dan Desa Duren, Kecamatan Pagedongan. Desa Kebondalem Kecamatan Bawang dan Desa Ampelsari Kecamatan Banjarnegara, dan Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan.

Dia memprediksi, jumlah desa tersebut masih bisa bertambah mengingat musim kemarau akan memasuki puncaknya pada Agustus mendatang. Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Banjarnegara telah memasuki puncak musim kemarau pada Agustus ini. Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi mengatakan, tren curah hujan di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya terus mengalami penurunan karena wilayah ini sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal Juni 2019.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA