Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Haedar: Profesor Tua Bisa Berkontribusi untuk Dakwah

Kamis 08 Aug 2019 22:23 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Muhammadiyah siap menampung para profesor yang sudah tua.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah siap menampung para profesor yang sudah tua. Ia mengatakan profesor tua masih bisa bermanfaat untuk kepentingan dakwah di Muhammadiyah.

"InsyaaAllah Muhammadiyah bisa menampung, untuk apa, untuk mengembangkan sumber daya insani di lingkungan masyarakat, jadi Muhammadiyah akan menjadi rumah untuk siapapun," saat ditemui wartawan seusai Upacara Pengukuhan Guru Besar Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif di Auditorium UMS, Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (8/8). 

Baca Juga

Haedar melontarkan komentar tersebut sebagai tanggapan dari pernyataan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengenai anggapan bahwa profesor tua kurang manfaatnya bagi negara. Menurut Haedar, semua warga negara sama-sama dapat berkontribusi untuk pembangunan negara. 

Ia menyatakan profesor yang sudah tua tetap bisa berkontribusi untuk negara. "Saya tidak tahu penekanan dari Pak Menteri. Tapi poinnya begini, di Indonesia itu, yang tua yang muda yang berilmu yang kurang berilmu, awam maupun elite itu sama pentingnya untuk membangun Indonesia," jelasnya 

Hal itu sesuai dengan prinsip Bangsa Indonesia yang mengedepankan gotong royong, dan tidak membuat pemilahan masyarakat menjadi dikotomi. Karena itu, lanjutnya, yang paling penting siapapun dari kategori umur, jenis kelamin, kedaerahan, agama dan lain sebagainya, harus menuju kontribusi bangsa negara dengan prinsip kegotongroyongan. 

"Naif kita ngomong Pancasila. Naif kita ngomong Indonesia itu majemuk, jika para elite tidak menyadari bahwa Indonesia ini dibangun atas prinsip kebersamaan," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA