Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Kak Seto: Angkat Lagi Permainan Tradisional Tasikmalaya

Jumat 09 Aug 2019 02:36 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Yudha Manggala P Putra

Ketua KPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto melakukan Trauma Healing dengan cara mengajak bermain anak-anak korban gempa tsunami Palu di kantor Dinas Sosial, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Ketua KPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto melakukan Trauma Healing dengan cara mengajak bermain anak-anak korban gempa tsunami Palu di kantor Dinas Sosial, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Kak Seto menilai permainan tradisional juga bermanfaat untuk kesehatan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto menganjurkan masyarakat Tasikmalaya kembali memopulerkan permainan tradisional. Menurut dia, permainan bisa menumbuhkan nilai-nilai gotong royong dalam diri anak.

Ia menambahkan, permainan tradisional juga bisa menjaga kesehatan anak karena tubuh dituntut selalu bergerak untuk bermain. Selain itu, lanjut dia, permainan tradisional juga dapat meminimalisir ketergantungan anak kepada gawai.

"Kalau bisa dipopulerkan kembali permainan tradisional di tasikmalaya. Itu manfaatnya sangat tinggi," kata dia di aula DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (8/8).

Tasikmalaya memiliki banyak permainan tradisional seperti sorodot gaplok, pecle, ketapel, lodong, sarengseng, perepet jengkol, kelereng, dan karet. Namun, permainan tradisional itu telah banyak ditinggalkan anak-anak.

Semakin berkembangnya zaman, Kak Seto menilai, gadget memang masuk ke dalam hidup manusia. Meski begitu, ia menyebut, penggunaan gawai itu ibarat sebilah pisau, ada manfaat juga bahayanya.

Ia menjelaskan, penggunaan gawai berbahaya jika membuat anak hingga lupa waktu untuk ibadah, belajar, membantu keluarga, dan sebagainya. Karena itu, orang tua harus mengarahkan anak untuk menggunakan gawai secara cerdas dan tidak berlebihan.

"Karena gawai juga menyediakan segalanya, termasuk ajaran negatif. Orang tua harus selalu menemani anak-anak dalam bermain dan belajar," kata dia.

Kak Seto mencontohkan, di kota-kota besar sudah banyak anak yang sangat tergantung dengan gawai. Untuk itu, permainan tradisional harus diajarkan kepada anak sejak dini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA