Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Upaya Ajinomoto Menepis Stigma Negatif MSG

Jumat 09 Aug 2019 18:23 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ajinomoto hadir di Kongres Gizi se-Asia Asian Congress of Nutrition 2019 diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Ajinomoto hadir di Kongres Gizi se-Asia Asian Congress of Nutrition 2019 diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Foto: dok. Ajinomoto
MSG mengandung asalm glutamat yang juga ada di tomat, susu dan keju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Monosodium Glutamat atau lebih dikenal dengan MSG, masih menjadi stigma negatif di masyarakat Indonesia. Informasi tentang bahaya mengkonsumsi MSG, seperti penyakit kanker dan menyebabkan kebodohanbanyak beredar.

Kondisi ini diakui M. Fachrurozy selaku Ketua Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia (P2MI).  Ia mengutarakan amannya mengonsumsi MSG sudah dibuktikan dengan sejumlah penelitian.

Baca Juga

Bahan tambahan pangan penyedap rasa ini terbuat dari bahan alami, salah satunya tetes tebu, yang difermentasi. Kandungan zat dalam MSG ada 3 yaitu asam glutamat 78 persen, natrium 12 persen dan air 10 persen.

Sebagai zat utama adalah asam glutamat yang merupakan asam amino yang tidak berbeda Asam Glutamat yang terkandung dalam makanan alami sehari-hari. Asam glutamat juga terdapat di tomat, susu, dan keju. mudah larut dan dapat dimetabolisme dengan baik dalam tubuh.

MSG sudah diakui keamanannya oleh beberapa badan dunia yang berkompeten dalam bidang makanan. Dia menyebutkan penelitian JECFA (Terdiri dari FA0 dan WHO), FDA dan juga oleh BPOM RI. MSG adalah salah satu bahan tambahan pangan yang aman dan diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.033 Tahun 2012 dengan takaran penggunaan secukupnva.

photo

Booklet Fakta-Fakta Ilmiah Bumbu Umami (Monosodium Glutamat).

Selain itu, produsen MSG yang berbisnis di Indonesia, juga sudah relatif lama. Salah satu contohnya adalah Ajinomoto, produsen MSG ini sudah berbisnis di Indonesia selama 50 tahun. “Di Jepang, usia Ajinomoto bahkan sudah mencapai usia 110 tahun. Jika MSG merupakan produk berbahaya bagi kesehatan, produsen tentu tidak akan bisa bertahan selama ini,” ujarnya.

Edukasi lain untuk menghapus stigma negatif MSG ini, salah satunya dengan hadir di Kongres Gizi se-Asia Asian Congress of Nutrition 2019 diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Dalam kegiatan yang berlangsung mulai Ahad (4/8) hingga Rabu (7/8) ini berkumpul sebanyak 3.000 peserta dari 32 negara untuk membicarakan inovasi dan hasil penelitian terkait pangan dan gizi.

Dalam kegiatan itu, Ajinomoto, hadir sebagai peserta dan mempresentasikan kinerja grupnya ikut mendorong tercapainya target pembangunan berkelanjutan yang disepakati Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, upaya untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan dilakukan lewat beragam produk yang dikeluarkan perusahaan yang memiliki slogan “Eat Well, Live Well” ini.

Selain itu Ajinomoto juga membagikan booklet Fakta-Fakta Ilmiah Bumbu Umami (Monosodium Glutamat) kepada peserta. Tujuannya agar memberikan fakta ilmiah terbaru terkait MSG dan menepis stigma negatif MSG yang beredar selama ini di masyarakat Indonesia.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA