Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Haedar Komentari Penumpang Gelap di Gerindra

Ahad 11 Aug 2019 14:02 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Haedar Nashir saat khutbah Idul Adha di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Ahad (11/8).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Haedar Nashir saat khutbah Idul Adha di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Ahad (11/8).

Foto: dok. Istimewa
Haedar mengatakan menyatakan politik seharusnya berdasar pada sistem dan beretika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengomentari terkait pernyataan politisi Partai Gerindra yang menyebutkan adanya penumpang gelap di tubuh partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Ia menyatakan politik seharusnya berdasar pada sistem dan beretika.

Baca Juga

Haedar mengatakan dalam politik yang pragmatis sudah menjadi hal biasa jika ada kepentingan yang saling tumpang dan menumpangi. Namun, Haedar menekankan pada sistem dan etika politik yang harus dilakukan serta memberikan manfaat pada masyarakat.

"Monggolah berpolitik yang menjunjung tinggi sistem, itu yang paling penting. Sistem politik yang berlaku, kemudian sistem di masing-masing partai," kata dia usai memberikan khutbah Idul Adha di kompleks Masjid Agung Al Azhar Jakarta, Ahad (11/8).

Setelah berlandaskan sistem, kata Haedar, selanjutnya politik juga harus menjunjung tinggi etika dan harus produktif dalam melahirkan agregasi kepentingan untuk masyarakat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. "Politik itu juga akan baik jika ada etika. Nah, etika politik di mana pun juga harus menjadi acuan bagi setiap elit," kata dia.

Intinya, lanjut Haedar, baik internal partai maupun sesama dan antar partai agar jangan sibuk terus menerus mengurus urusan politik praktis soal kekuasaan saja. Dia meminta para pemimpin dan politisi untuk menjadikan politik sebagai alat yang baik untuk memajukan, mensejahterakan, dan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik.

"Mari saatnya para tokoh elit dan partai politik itu sebagai kekuatan satu-satunya sistem politik yang resmi, memperjuangkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA