Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Polisi Meninggal Disandera KKSB, Wiranto: Itu Bisa Terjadi

Selasa 13 Agu 2019 17:20 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Menko Polhukam Wiranto memberikan arahan dalam acara pengucapan ikrar setia kepada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Jakarta, Selasa (13/08/2019).

Menko Polhukam Wiranto memberikan arahan dalam acara pengucapan ikrar setia kepada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Jakarta, Selasa (13/08/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Wiranto meminta kasus meninggalnya Briptu Heidar tidak diperbincangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Briptu Heidar, anggota Polda Papua yang diduga disandera kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di wilayah Kabupaten Puncak telah ditemukan wafat. Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto meminta agar kasus ini tidak diperbincangkan.

"Ya kan kita kan sedang mengamankan daerah itu, ada yang ketembak ada yang luka itu bagian dari operasi itu, itu bisa setiap hari terjadi ya. Saya berkali-kali masalah operasi seperti itu ndak usah diperbincangkanlah," ujar Wiranto di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (13/8).

Baca Juga

Wiranto justru meminta agar masyarakat turut mendoakan pasukan keamanan yang tengah bertugas di wilayah berbahaya tersebut dan mendoakan kesadaran para pelaku. "Kita doakan supaya pasukan kita selamat, kita doakan ada kesadaran bahwa pelaku-pelaku yang disebut KKSP itu," kata dia.

Seperti diketahui, jenazah Briptu Heidar ditemukan tak jauh dari lokasi pengadangan di Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok Kabupaten Puncak. Briptu Heidar meninggal saat bersama Bripka Alfonso Wakum mengendari sepeda motor melintas di sekitar Kampung Usir sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat melintas ada warga yang memanggil nama korban, sehingga keduanya berhenti dan korban datang menghampiri warga sipil tersebut. Namun, tiba-tiba dari dalam semak belukar muncul sekelompok warga yang diduga anggota KKSB dengan membawa senjata api lengkap menangkap korban dan membawanya.

Sedangkan, Bripka Wakum yang melihat insiden tersebut langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi. Ketika situasi dianggap aman yang bersangkutan langsung menuju Polsek Ilaga untuk melaporkan insiden yang mereka alami.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA