Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

10 Negara Bahas Ekosistem Pesisir di IPB University

Rabu 14 Agu 2019 11:56 WIB

Rep: ayo bandung/ Red: ayo bandung

10 Negara Bahas Ekosistem Pesisir di IPB University

10 Negara Bahas Ekosistem Pesisir di IPB University

IPB menyatakan pembahasan ekosistem pesisir ini merupakan kegiatan rutin dua tahunan

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Perwakilan dari 10 negara yang tergabung dalam The Society for Coastal Ecosystems Studies-Asia Pacific (SCESAP) menghadiri International Symposium 2019 di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dramaga, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang akan membahas mengenai ekosistem pesisir itu berlangsung mulai 12 hingga 16 Agustus 2019.

Chairman of Local Organizing Commuter SCESAP International Simposium Prof Yusli Wardiatno mengatakan pembahasan ekosistem pesisir ini merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang pelaksanaannya kini menginjak kali ketiga. Saat ini Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

AYO BACA : Terlindas Kereta, Warga Bogor Ini Kehilangan Kaki Kanan

"Sumber daya pesisir dan laut sangat penting, bagaimana pun kita bisa belajar dari negara-negara lain, ada 10 negara termasuk Indonesia," ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu mengatakan bahwa masih banyak hal yang tersembunyi mengenai sumber daya pesisir dan laut. Eksplorasi bioteknologi menurutnya mampu mengungkap potensi-potensi yang memberikan nilai tambah bagi sumber daya pesisir dan laut.

AYO BACA : Pemkot Bogor Siapkan Festival Kuliner Legendaris

"Sebenarnya dengan adanya simposium ini kita bisa saling sharing, saling melihat, bisa saling bekerja sama ke depannya. Kali ini temanya Achieving Sustainable Development Goal (SDG) 14," kata Prof Yusli.

Ia menyebutkan, beberapa yang dibahas dalam simposium antara lain tata kelola dan pengelolaan perikanan berkelanjutan, inovasi dan bioteknologi untuk mendukung target SDG 14, perubahan iklim dan resiliensi pesisir, serta keanekaragaman hayati dalam konteks sosial dan budaya.

Kegiatan yang diikuti oleh 180 partisipan itu meliputi dari negara Indonesia, Jepang, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, Singapura, India, Rusia, dan Jerman. Kegiatan yang digelar selama lima hari ini akan ditutup dengan observasi lapang ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk di Jakarta Utara pada 16 Agustus 2019.

AYO BACA : Wisata Kabupaten Bogor Siap Mendunia Lewat Halimun Youth Camp 2019

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA