Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Kemenlu Boyong 40 Negara Tampil di Banyuwangi

Rabu 14 Aug 2019 10:02 WIB

Red: Fernan Rahadi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) saat menyambut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (tengah) di Banyuwangi, Selasa (13/8).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) saat menyambut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (tengah) di Banyuwangi, Selasa (13/8).

Foto: dokpri
Pergelaran seni tersebut melibatkan 72 pemuda dari 40 negara peserta program BSBI.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah pelaksanaan pagelaran seni Indonesia Channel (Inchan) 2019 yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri. Pergelaran seni tersebut melibatkan 72 pemuda dari 40 negara peserta program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI). 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menilai pementasan ini terasa lebih spesial karena digelar di kabupaten yang mampu menjaga dan mengembangkan budaya lokalnya.

“Banyuwangi adalah representasi daerah di Indonesia yang tidak hanya mampu mempertahankan budaya serta kebinekaannya, tapi pada saat yang sama Banyuwangi bisa melakukan pembangunan yang inovatif," kata Menlu Retno saat membuka Indonesia Channel bertema “Mosaic of Indonesia” di Taman Blambangan Banyuwangi, Selasa malam (13/8).

Retno mengaku telah banyak mendengar tentang perkembangan Banyuwangi. "Banyak orang bercerita tentang kemajuan Banyuwangi, dan sudah lama saya pengen ke sini. Saya sudah mencoba kulinernya  yang enak-enak. Saya merasa terhormat bisa hadir di sini," kata Menlu Retno 

BSBI merupakan kegiatan Kemenlu RI yang telah dilaksanakan sejak 2003. Melalui BSBI, Indonesia mengajak generasi muda dari berbagai negara untuk mempelajari seni dan budaya Nusantara.

Pada malam tersebut, 72 pemuda mancanegara unjuk kebolehan dalam menari, bermain musik dan melantunkan tembang tradisional dalam suguhan sendra seni budaya kolosal. Beragam seni budaya Nusantara ditampilkan dengan ekselen, layaknya seniman lokal. 

Menurut Retno, bukan hal mudah mengombinasikan antara menjaga kearifan lokal namun di satu sisi juga melakukan banyak inovasi. Namun hal itu bisa dilakukan Banyuwangi secara bersamaan. 

"Banyuwangi mempresentasikan keharmonisan tradisi, toleransi, dan kemajuan. Kami memilih Banyuwangi menjadi tempat mempersembahkan hasil belajar mereka selama tiga bulan. Ini sangat sesuai dengan tema malam ini yang kami yakni Mosaic of Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia beraneka warna tetapi Indonesia tetap satu," kata Retno. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sangat berterima kasih kepada Kemenlu yang telah memilih Banyuwangi sebagai bagian dari  upaya pemerintah mengenalkan budaya Indonesia ke dunia. 

"Budaya telah menjadi bagian yang integral dalam kemajuan Banyuwangi selama ini. Di balik kemajuan dan prestasi yang diraih, Banyuwangi tak pernah meninggalkan budaya dan tradisinya," kata Anas. 

"Terima kasih kepada Ibu Menteri Luar Negeri yang berani memilih Banyuwangi, yang tergolong daerah baru yang sedang berkembang. Terima kasih kepada Ibu Kemenlu yang telah memilih warga Banyuwangi untuk menjamu acara hebat ini," kata Anas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA