Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Pembakaran Lahan di Palangka Raya Diduga Terorganisasi

Kamis 15 Aug 2019 00:53 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Dampak asap di merugikan masyarakat Kalteng dan Indonesia di mata dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. "Harus dituntaskan, siapa pelaku dibalik ini, harus ditangkap. Saya sudah laporkan kepada pemerintah pusat untuk dikawal. Kejadian ini diduga terorganisasi, disengaja, dan masif," katanya, Rabu (14/8).

Baca Juga

Dia ingin kasus-kasus pembakaran lahan dituntaskan hingga diberikan hukuman sebagai efek jera. Menurutnya, ada indikasi mirip seperti kasus pembakaran sekolah yang pernah terjadi, saat ini Palangka Raya dikelilingi oleh api.

Semestinya titik api tidak akan seperti sekarang jika semua pihak memiliki kesadaran yang tinggi bahwa dampak asap merugikan masyarakat di Kalteng dan juga Indonesia. Kondisi seperti ini tentu dinilai negatif oleh dunia internasional.

"Okelah kalau tidak ada yang senang dengan wali kota maupun gubernur, tapi jangan sampai korbankan masyarakat dengan kondisi seperti ini," ujarnya kepada para awak media.

Sugianto memaparkan, pada Selasa (13/8) sore, Wali Kota Palangka Raya melaporkan Satuan Polisi Pamong Praja setempat berhasil mengamankan terduga pelaku pembakaran lahan. Ada beberapa orang yang diduga membakar lahan, namun hanya satu yang berhasil ditangkap. Terduga pelaku itu sudah menyebutkan nama bosnya. Untuk itu, ia ingin agar kasus ini, mau pun kejadian lainnya bisa dibongkar dan diselesaikan.

"Siapa pun pelakunya harus ditangkap dan dituntaskan. Jangan sampai terduga disebut gila, kalau sedikit-sedikit pelaku seperti itu gila, tentu akan sulit," ujarnya.

Ia mengimbau sekaligus meminta kepada masyarakat tidak membakar lahan, terlebih kondisi saat ini musim kemarau kering. Sebab dampak asap yang ditimbulkan sangat merugikan dalam berbagai sektor. Ia juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat lebih peduli dan membantu pemerintah daerah dan aparat menjaga lingkungan sekitarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA