Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

BNPB Deteksi 641 Titik Panas

Kamis 15 Aug 2019 01:17 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani

Ilustrasi titik panas kebakaran lahan di Sumatra.

Ilustrasi titik panas kebakaran lahan di Sumatra.

Foto: ANTARA
Titik panas terbanyak terpantau di Kalimantan Barat (Kalbar) yaitu 235 hotspot.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sedikitnya 641 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Indonesia terdeteksi hingga Rabu (14/8) sore. Titik panas terbanyak terpantau di Kalimantan Barat (Kalbar) yaitu 235 hotspot.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Lapan bahwa dalam 24 jam terakhir hingga Rabu sore pukul 16.00 WIB, sebanyak 641 hotspot telah dideteksi. "Titik panas itu diantaranya 235 hotspot di Kalbar, 101 titik panas di Riau, 14 hotspot di Jambi, 79 titik panas di Sumatra Selatan, 87 titik di Kalimantan Tengah, dan satu titik panas di Kalimantan Selatan," katanya seperti dalam keterangannya yang diterima Republika, Rabu (14/8) malam.

Tak hanya itu, ia menyebut Gunung Ciremai, Jawa Barat dan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, dan Gunung Batukaru, Bali yang juga terbakar. Munculnya hotspot dan gunung terbakar ini membuat pihaknya menerjunkan helikopter.

Ia menyebut helikopter diterjunkan untuk patroli dan pemadaman api di lokasi-lokasi tersebut. Rinciannya delapan helikopter di Riau, dua helikopter di Jambi, tujuh helikopter di Sumatra Selatan, tujuh helikopter di Kalimantan Tengah, tujuh helikopter di Kalimantan Barat, tiga helikopter di Kalimantan Selatan, dan dua helikopter untuk memadamkan api di Gunung Ciremai. Hingga kini, ia menyebut sebanyak 9.072 personel gabungan berupaya memadamkan dan patroli titik api.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA