Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Emil Dukung Usulan KEK Jatigede di Sumedang

Rabu 14 Aug 2019 22:43 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pekerja berada di proyek pembangunan rumah turbin untuk  PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (9/7).

Pekerja berada di proyek pembangunan rumah turbin untuk PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (9/7).

Foto: ANTARA FOTO
Emil meminta KEK Jatigede tidak hanya mengusung pariwisata namun industri kelautan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil menyambut baik atau mendukung usulan kawasan Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). Menurut dia,Sumedang perlu dikembangkan menjadi kabupaten pariwisata dengan berbagai potensinya.

Oleh karena itu sebagai tindak lanjutnya menyarankan Sumedang membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) bidang pariwisata. "Jadi, saya harapkan sekarang (Sumedang) fokus jadi kabupaten pariwisata karena memang harta karunnya banyak," ujar Emil saat menerima Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama jajarannya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (14/8).

Baca Juga

Namun, Emil juga memberikan masukan agar KEK Jatigede tidak hanya fokus pada sektor pariwisata. Menurut dia, salah satu syarat pembentukan KEK tidak boleh satu bidang saja, melainkan perlu ada bidang atau industri lain untuk mendukung pengembangan KEK.

"KEK di Jawa tidak bisa full pariwisata. Artinya, harus dipikirkan industri apa yang nonpariwisata sebagai bagian dari KEK. Seperti (KEK) Pangandaran memutuskan untuk menggarap industri kelautan," ujar Emil.

Untuk mewujudkan KEK Jatigede, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menggandeng Indonesia Tourism Development Center (ITDC). Menurut Dony, ITDC mempunyai pengalaman mentereng dalam mengembangkan KEK, di antaranya KEK Mandalika dan KEK Nusa Dua.

"ITDC sudah MoU (nota kesepahaman) dengan kami untuk mewujudkan KEK (Jatigede) tersebut," kata Dony.

Dony pun menegaskan bahwa KEK Jatigede punya peluang besar untuk dikembangkan karena dari sisi aksesibilitas, wilayah tersebut bisa ditempuh 45 menit hingga 50 menit dari Bandara Kertajati di Majalengka.

"Dari sisi atraksinya, di Jatigede ada kejuaraan dunia paralayang. Dari amenitas fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) sedang kita bangun," ujar Dody menambahkan.

Selain itu, Jatigede mempunyai pesona pemandangan alam yang tak kalah dengan daerah lain di Jawa Barat. Dari salah sudutnya, pengunjung bisa menyaksikan lanskap jajaran pulau yang mirip seperti pemandangan di Raja Ampat.

"Di Cisema ada bukit kalau subuh kita bisa liat sunrise. Kemudian melihat miniatur Raja Ampat karena di Jatigede banyak pulau-pulau, sekaligus bisa lihat (seperti) Bromo, karena di sana terhampar pegunungan termasuk Ciremai itu," ucap Dony.

Saat ini, agenda terdekat di Jatigede adalah West Java Paragliding World Championship and Culture Festival yang bakal digelar pada 2-8 Oktober 2019. Event paragliding sendiri diikuti peserta dari 20 negara.

"Kami ingin Sumedang jadi surga paralayang dunia dan jadi destinasi wisata kelas dunia. Dengan event ini, kita bisa promosikan Sumedang ke dunia," kata Dody.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA