Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

700 Milenial Kota Bandung Jadi Duta Antiradikalisme

Kamis 15 Agu 2019 19:13 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nashih Nashrullah

Mural lambang Garuda Pancasila.

Mural lambang Garuda Pancasila.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
700 milenial terdiri atas para pelajar dan remaja Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Sekitar 700 milenial Kota Bandung yang terdiri atas pelajar dan remaja dilantik menjadi duta Milenial Cerdas Berkebangsaan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (15/8). Pelantikan tersebut sebagai upaya bersama menangkal paham radikal terhadap remaja.  

Baca Juga

Pelantikan dilakukan Kapolrestabes Kombes Irman Sugema, disaksikan Dandim 0618/BS Kolonel Inf Herry Subagyo, Plh Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dan perwakilan Yayasan YMIE Rahajeng Widya.

Menurut Kapolrestabes, Kombes Irman Sugema, ada sekitar 700 milenial yang mayoritas pelajar ikut pada acara yang juga dikemas dialog kebangsaan. Sebenarnya, animo remaja ikut acara ini cukup besar, tapi karena ruangan terbatas, jadi hanya diwakili ratusan pelajar ini.  "Ini kegiatan pertama yang digelar di Gedung Merdeka. Walaupun, acara yang melibatkan pelajar sudah beberapa kali lakukan," katanya.  

Acara ini digelar, kata dia, tujuannya, agar mereka tidak salah pilih dalam pergaulan dan kegiatan. "Harapan mereka paham, tidak asal ikut kegiatan," katanya.   

Selain itu, kata dia, dialog kebangsaan ini adalah upaya edukasi kepada pelajar, terutama generasi milenial untuk menjaga bangsa dan NKRI. Kegiatan saat ini, tidak bisa langsung dirasakan hasilnya saat ini, tetapi ketika estafet kepemimpinan diberikan kepada mereka kelak.  

"Banyak negara hancur lebur karena pemudanya tidak paham akan sejarah perjuangan bangsa. Mereka terhasut paham yang tidak sejalan ideologi negaranya. Harapannya, acara ini bisa membangkitkan semangat milenial menjaga Tanah Air," paparnya.  

Irman berharap, dengan dialog kebangsaan ini, para pelajar bisa menghindari radikalisme. Sehingga, para milenial bisa  konsentrasi menimba ilmu,  menggapai cita-cita mereka dalam mengisi kemerdekaan dengan gemilang. 

Perwakilan Yayasan YMIE, Rahajeng Widya, mengatakan acara ini merupakan kolaborasi antara Yayasan YMIE, Polrestabes Bandung, dan lainnya. Dia berharap, acara ini bisa meningkatkan paham kebangsaan bagi milenial.  

"Ini kami gelar dalam rangka menyambut HUT ke-74 RI kami bekerja sama dengan semua pihak mengadakan dialog kebangsaan dan pelantikann duta milenial," katanya.  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA