Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Anies: Pulau Reklamasi adalah Tanah Kita Semua

Sabtu 17 Aug 2019 11:33 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Budi Raharjo

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar upacara hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Kawasan Pantai Maju atau Pulau D Reklamasi, Sabtu (17/8).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar upacara hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Kawasan Pantai Maju atau Pulau D Reklamasi, Sabtu (17/8).

Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta
Anies pastikan bendera merah putih berkibar di Pulau Reklamasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upacara 17 Agustus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan di Pulau Reklamasi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, alasan dilaksanakan di tempat tersebut adalah untuk mengirim pesan kepada masyarakat jika pulau reklamasi adalah milik Bangsa Indonesia.

"Baru saja kita melaksanakan upacara di pantai maju. Pulau maju ini adalah lahan dari reklamasi. Dan sengaja kita selenggarakan di sini untuk mengirim pesan kepada semua jika lahan ini adalah tanah kita semua," ujarnya saat pelaksanaan upacara 17 Agustus di Pulau Reklamasi, Jakarta, Sabtu (17/8).

Lahan ini, kata dia, dahulunya tertutup seakan milik pribadi, unsur pemerintah masuk pun mengalami kesulitan. Oleh karena itu, sebagai tanda milik negara Indonesia, ia pastikan bendera merah putih  berkibar di lahan tersebut.

Anies juga mengatakan, bertepatan dengan hari  jadi negara Indonesia yang ke-74, ia ingin mengirim pesan jika kota Jakarta adalah kota yang menghargai penjuang. Ia pastikan anak turunan para pejuang tidak membayar pajak bumi dan bangunan.

"Mereka bekerja membebaskan kita dari kolonialisme. Banyak dari mereka yang tinggal di tempat tinggal yang sama sejak masa itu diusir karena tidak bisa membayar pajak," kata dia.

Oleh kerena itu, Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta membalik kebijakan-kebijakan tersebut. Pemprov bebaskan veteran, keluarga pahlawan para pemegang bintang-bintang perjuangan untuk tinggal Ibu Kota. "Karena miris mereka yang berjuang membebas tanah dari kolonialisme justru terusir," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, Ibu Kota akan terus mempertahankan  kedaulatan dan terus meningkat penghargaan kepada pejuang. "Kita imbau kepada semua jajaran untuk meneruskan perjuangan sesuai dengan bidang kita. Di Jakarta kita jadikan kota yang maju dan warganya merasakan kebahagiaan dan ada keadilan," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA