Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Bendera Merah Putih Raksasa Dipasang di Jembatan KA Cisomang

Sabtu 17 Agu 2019 15:47 WIB

Rep: ayo bandung/ Red: ayo bandung

Bendera Merah Putih Raksasa Dipasang di Jembatan KA Cisomang

Bendera Merah Putih Raksasa Dipasang di Jembatan KA Cisomang

Setelah bendera merah putih berkibar, teks proklamasi dibacakan anggota pecinta alam.

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komunitas Pecinta Alam Cimahi mengibarkan bendera merah putih di Jembatan Kereta Api Cisomang non aktif berlokasi di Desa Depok Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Sabtu (17/8/2019). Pengibaran bendera raksasa ini dalam rangka memperingati HUT RI ke-74.

Sebelum pengibaran bendera, anggota komunitas pecinta alam melakukan upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia raya di Jembatan Kereta Api Cisomang aktif yang lokasinya berdampingan dengan Jembatan Kereta Api non aktif.

Setelah bendera merah putih berkibar tepat pada pukul 10.00 Wib , teks proklamasi dibacakan oleh salah seorang anggota pecinta alam di jembatan non aktif tempat dimana bendera dikibarkan.

"Awalnya hanya iseng saja bersama teman pecinta alam lain, tapi  respons dari mereka cukup tinggi maka kami seriuskan untuk melakukan pengibaran bendera di sini pada hari kemerdekaan," kata Capung, si penggagas pengibaran bendera merah putih usai mengibarkan bendera.

Ia mengatakan, jembatan Cisomang dipilih karena memiliki makna dan sejarah di masa penjajahan dulu. Jembatan yang menjadi perbatasan Purwakarta-Bandung ini merupakan dibuat oleh orang Indonesia meski di bawah tekanan para penjajah.

Untuk itu, ia bersama teman pecinta alam lainnya berinisatif mengibarkan bendera merah putih berukuran 20 X 13 meter sebagai salah satu menghormati jasa para pahlawan.

"Ini pengalaman pertama kita mengibarkan bendera merah putih di jembatan kereta api, sebelumnya paling kita di tebing atau pegunungan," ujar anggota Pecinta Alam Jaya Buana IMT Cimahi itu.

Ia mengaku, dalam proses pengibaran bendera merah putih sempat mengalami kesulitan mengatur penurunan bendera. Selain ukuran bendera yang besar, juga berjibaku melawan rasa takut di atas ketinggian 100 meter dari dasar sungai. Namun berkat dukungan dari semua pihak, akhirnya bendera berhasil dikibarkan.

"Jujur sempat gugup dan khawatir ada kesalahan teknis, apalagi ditonton ratusan masyarakat setempat, tapi antusias masyarakat tinggi menjadi semangat kita juga," ucap dia.

Sementara, salah seorang warga setempat Awank mengaku bangga kepada para pemuda yang berhasil mengibarkan bendera merah putih di Jembatan Cisomang pada HUT RI ke-74.

"Sangat bangga sekali, sejak emak kecil hingga sekarang berusia 65 tahun belum pernah ada mengibarkan bendera di Jembatan Cisomang, ini adalah pertama kalinya," singkat dia.

Diketahui, pecinta alam terlibat dalam pengibaran bendera di antaranya Jaya Buana INT Cimahi, Papas STKIP Pasundan, Ratuba Bandung Barat, Kumpala Bandung Barat, Menwa Unpas, Mapag Buaha Poltekes, Koor Stikes Ahmad Yani, dan Gempar Poltekes.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA