Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Pesan Jokowi di Peringatan HUT RI Ke-74: NKRI Segalanya

Sabtu 17 Aug 2019 11:14 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolanda

Presiden Joko Widodo (kiri) memberi ucapan selamat kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) usai upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Presiden Joko Widodo (kiri) memberi ucapan selamat kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) usai upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Keutuhan NKRI tak dikorbankan hanya karena perbedaan pilihan politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menitipkan pesan. Ia berpesan agar seluruh masyarakat dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia adalah segala-galanya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). 

Baca Juga

Ia meminta agar keutuhan NKRI tak dikorbankan hanya karena perbedaan pilihan politik. Keutuhan NKRI, kata dia, merupakan yang terpenting yang harus dijaga masyarakat Indonesia. 

"Jangan sampai dikorbankan yang namanya keutuhan NKRI karena pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden, keutuhan NKRI harus ditempatkan di tempat yang paling penting," ujar dia. 

Selain itu, Jokowi juga mengatakan pada pemerintahannya yang kedua, ia akan dokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia. Dimulai dari bayi di dalam kandungan, SDM harus bagus nutrisinya bagus gizinya. 

"Begitu lahir dan juga memperhatikan berkaitan dengan gizi dan nutrisi tapi yang paling penting sejak awal harus dibangun dibentuk namanya karakter, sebab itu budi pekerti menjadi sesuatu yang sangat penting sekali," tegas Presiden.

Nilai-nilai karakter seseorang pun harus dibentuk sejak dini. Hal yang berkaitan dengan etika, disiplin, tanggung jawab, yang berkaitan dengan budaya kerja keras, kemandirian harus dibangun sejak awal.

"Pada tahapan menengah kita harus menyiapkan skill masa kini dan 'skill' masa depan ini penting sekali," ungkap Presiden. Pembentukan karakter itu pun dilakukan berjenjang hingga tahap pendidikan tinggi.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca naskah proklamasi adalah Ketua DPD Osman Sapta Oedang sedangkan pembaca doa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Presiden Jokowi akan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Para pejabat negara, baik menteri Kabinet Kerja maupun pemimpin lembaga dan instansi, akan mendampingi Presiden Jokowi di mimbar utama.

Di peringatan HUT RI kali ini, Jokowi tampak mengenakan pakaian adat Klungkung asal Bali. Sedangkan Iriana Jokowi mengenakan pakaian adat asal Tapanuli Utara. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA