Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Cara Pemkot Surabaya Lestarikan Kesenian Rakyat

Ahad 18 Aug 2019 14:30 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih

Seni Karawitan (ilustrasi)

Seni Karawitan (ilustrasi)

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Rumah Kreatif merupakan pelatihan seni budaya untuk masyarakat Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kesenian rakyat daerah. Salah satunya upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pertunjukkan kesenian bertajuk “Sawunggaling Anak Dunia” dari Rumah Kreatif binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya. Pertunjukkan seni yang melibatkan 540 peserta ini berlangsung di Taman Bungkul Surabaya, Ahad (18/8) pagi.

Rumah Kreatif merupakan rumah pelatihan seni budaya untuk seluruh masyarakat Surabaya. Rumah Kreatif khusus diberikan kepada warga Kota Surabaya untuk mengembangkan talenta yang dimiliki di bidang kesenian, dengan jumlah sebanyak 18 pelatihan.

Baca Juga

Kepala Disbudapar Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, Rumah Kreatif sudah ada sejak 2017, tanpa ada batasan usia bagi warga Surabaya yang ingin bergabung. Pihaknya telah menyiapkan 18 pelatihan. Di antaranya paduan suara, tarian kreasi, hiphop, reog, jaranan, karawitan, music, dalang, laying-lauang dan ludruk.

“Kemudian ada juga teater, sastra, mocopat, topeng, lukis krayon, lukis cat air dan kombinasi dari keduanya yaitu lukis krayon dan cat air,” kata Antiek.

Antiek menjelaskan, pertunjukkan yang digelar, merupakan pertama kali ditampilkan di Taman Bungkul dengan kemasan berbeda. Menurutnya, pertunjukan ini sebagai media pengenalan kepada masyarakat umum terkait adanya Rumah Kreatif.

“Warga Kota Surabaya yang ingin bergabung bisa langsung mendaftar ke UPTD Tugu Pahlawan atau daftar ke Disbudpar kemudian bisa ikut berproses bersama,” ujar Antiek.

Selain itu, lanjut Antiek pertunjukkan bertajuk Sawunggaling Anak Dunia ini, dapat diikuti oleh masyarakat yang hadir sebagai penonton. Mereka bisa terlibat langsung dalam pentas ini secara on the spot.

“Kita pilih tema “Sawunggaling Anak Dunia” karena sosoknya yang inspiratif yang wajib ditiru semangatnya. Jadi para penonton juga bisa tertular semangat dari pemainnya dan bisa ikut serta pentas on the spot,” kata Antiek.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak dan para orang tua yang hadir dalam event tersebut. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diraih dari satu pintu saja, melainkan dari berbagai cara, yang salah satunya, mungkin saja kesenian rakyat.

“Semua itu akan mencapai kesuksesan jika kita mengerjakannya terus menerus dan sungguh-sungguh,” kata Risma.

Ia yakin jika keberhasilan dan kesuksesan adalah hak semua manusia, termasuk anak-anak. Karena itu, Risma berharap, para orang tua agar terus mendorong putra-putri mereka dengan cara dan kemampuan yang dimiliki.

“Ayo dorong terus anak-anak penjenengan agar mereka punya mimpi. Suatu saat kita pasti akan melihat mereka jadi orang berhasil,” kata Risma.

Wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden UCLG ini juga meminta kepada seluruh orang tua, supaya menganggap anak-anak lain seperti anaknya sendiri. Caranya, dengan ikut menjaga anak-anak tersebut. Sehingga, di manapun mereka berada, anak-anak secara tidak langsung masih dalam pengawasan.

“Ayo kita bergandengan tangan menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Kalau bukan kita siapa lagi. Jadi kita harus sepakat bahwa anak Surabaya adalah anak kita semuanya,” kata Risma.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA