Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Soal Jadi Menteri, Erick: Kontribusi Bisa Melalui Swasta

Ahad 18 Aug 2019 17:53 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Erick Thohir

Erick Thohir

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Erick Thohir menilai, kontribusi bisa dilakukan tanpa berada di dalam Pemerintahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengungkapkan berbagai cara untuk berkontribusi membangun bangsa Indonesia. Erick menilai, kontribusi bisa dilakukan tanpa harus berada di dalam Pemerintahan.

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan Erick saat ditanya kesiapannya jika ditunjuk menjadi menteri kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Nama Erick  kerap disebut-sebut sebagai menteri muda potensial yang akan ditunjuk Jokowi.

"Saya tidak tahu, karena saya rasa banyak mimpi mimpi lain juga, karena saya pernah bilang bagaimana kita ini bisa juga kontribusi melalui swasta," ujar Erick di sela-sela menghadiri Ignite the Nation Gerakan 1000 Startup di Istora Senayan, Komplek Gelora Bung Karno, Ahad (18/8).

Pemilih Republika itu menilai, berkontribusi dari luar kabinet sama pentingnya dengan orang-orang yang berada dalam kabinet. Kendati demikian, Erick belum berpikir jauh mengenai posisi menteri, dan mengembalikan hal tersebut kepada Presiden Jokowi.

"(Keterlibatan Swasta) tidak kalah loh dengan (kerja) pemerintah, dan tentu saya harapkan kembali siapapun yang terpilih (menteri), dan sudah banyak yang bekerja, berkeringat untuk pak Jokowi. Saya rasa banyak figur yang bagus bagus," kata Erick.

Mantan ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf pun berharap siapapun yang terpilih nanti mampu bekerjasama dan mendukung program- program Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. "Yang penting, siapa pun yang masuk bisa nggak kerja keras dan kompak, sama seperti tadi saya bilang, anak muda bermimpi, tapi mimpi aja kalau hariannya tak dikerjain," ujar Erick.

Erick juga menanggapi keinginan Presiden Jokowi mengisi kabinet menteri dari jajaran generasi muda yang potensial. Menurut Erick, itu karena Presiden Jokowi memiliki visi dan misi luar biasa.

"Tentu seyogyanya, kita-kita yang muda mendukung terutama kita bisa lihat sekarang generasi di di Indonesia ini memang sangat muda, 58 persen di bawah 35 kalau ditarik sampai usia 50 juga banyak," kata Bos Mahaka Group tersebut.

Kendati demikian, Erick menilai keberadaan sosok profesional dan juga memiliki pengalaman tidak kalah pentingnya dalam kabinet. "Kita harapkan tentu dengan adanya kementerian yang profesional didukung juga oleh menteri yang senior," kata Erick.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA